SUARA PEKANBARU - Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia (Menko Polhukam), Mahfud MD klarifikasi soal saham mayoritas PT Freeport tidak diambil Indonesia.
Tuduhan salah satu media sebut pemerintah Indonesia masih berusaha untuk mengambil saham PT Freeport secara mayoritas.
Klarifikasi soal saham mayoritas PT Freeport langsung disampaikan melalui Instagram @mohmahfudmd, Minggu (9/7/2023).
"Berita yang disebar oleh h**s ini menyesatkan. Menulis berita yang memberi kesan, saya baru mengatakan bahwa saham FREEPORT tak bisa kita kuasai," ucap Mahfud MD.
Menko Polhukam itu sangat menyayangkan terhadap tudingan tersebut, yang padahal sudah lama sejak 2018 saat ia hadir di acara Indonesia Lawyers Club (ILC).
"Berita h**s tersebut diambil dari penjelasan saya di acara ILC TVOne enam tahun yang lalu, ketika Pemerintah RI sedang berusaha menguasai kembali Freeport," jelasnya.
Hal ini membuat Mahfud MD membeberkan, sejak Desember tahun 2018 yang lalu. Saham mayoritas PT Freeport sudah resmi diambil alih pemerintah Indonesia.
"Justru sejak 21 Desember 2018, pemerintah berhasil menguasai saham mayoritas Freeport. Sehingga ia kembali jadi milik Indonesia," tuturnya.
Dalam isinya lebih mengarah pemerintah tidak bisa mengambil saham secara penuh, karena kepentok dengan masa lalu. Tapi hal tersebut ternyata tidak menghalangi upaya pemerintah.
Baca Juga: Menko Polhukam Mahfud MD Geram Berita Media Ungkit PT Freeport Tak Bisa Diambil Alih Indonesia
"Ceritanya begini. Di era Orde Baru (Orba) ada kontrak yang menguntungkan Freeport, yakni Freeport bisa memperpanjang kontrak 10 tahun sebelum masa kontrak berakhir, kalau Freeport mau," paparnya.
Karena Freeport merupakan salah satu aset terpenting yang harus dikelola. Pemerintah Indonesia akhirnya merombak semua sistemnya, termasuk dari segi kontrak.
Sehingga saham mayoritas Freeport tidak bisa dikuasai asing lagi. Secara resmi pada tahun 2018, dipastikan sudah dikendalikan Indonesia.
"Pada 2018 Kontrak ini dirombak oleh Pemerintah Indonesia sehingga Freeport tak bisa lagi menjadi pemegang saham mayoritas," tandasnya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
4 Rekomendasi Sepatu Lokal Harga Rp 300 Ribuan dengan Kualitas World Class
-
Tak Terima Ibunya Disebut 'Penyakitan', Pria di Pandeglang Cekik Kekasih hingga Tewas
-
Modus Licin Pengedar Cimahi, Sembunyikan Sabu di Tumpukan Beras Hingga Transaksi di Pos Satpam
-
PFI Bogor Gelar Bedah Foto APFI 2026, Soroti Risiko dan Etika Jurnalisme Visual Dunia
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Koleksi Terbaru Musim Panas 2026, Pedro Tawarkan Gaya Pesisir yang Ringan, Elegan, dan Timeless
-
Cuma di Jakarta, Penonton Konser Westlife Bisa Bawa Pulang Gelang LED Eksklusif