SUARA PEKANBARU - Kabar pelecehan seksual kembali terjadi. Saat ini founder Nasi Darurat Jogja asal Yogyakarta curhat kronologi dirinya alami revenge porn.
Sebab, revenge porn terjadi karena adanya ancaman yang dilakukan mantan client founder tersebut yang bernama Evan.
Tentu Evan berbagi kronologi yang dialaminya selama 8 bulan, supaya gerakan Nasi Darurat Jogja tidak mendapatkan dampak negatif dari publik.
Kronologinya dipaparkan di Twitter @nasidaruratJogj pada Selasa (11/7/2023). Meski Evan tidak ingin membocorkannya di media sosial.
"Sebenernya ga etis sih aku UP di sini, tapi biar lah, aku open di sini yak," tulis Evan.
Tujuannya karena Evan diancam pelaku akan menyebarkan video saat mereka berbuat tindakan asusila.
"Saya diancam, diintimidasi dan dipaksa untuk berpacaran dengan mantan client," jelasnya.
Kronologi founder Nasi Darurat Jogja, Evan mengalami revenge porn:
"Kembali ke tahun lalu, dimana saya benar-benar krisis keuangan (sebelum bikin @nasidaruratJogj yang juga diawali dari kondisi krisis ini)."
"Saya 'terpaksa' menerima BO, separah itu."
"Singkatnya saya kenal sama orang tersebut."
"Beberapa kali saya bertemu dengan dia, dan dia rekam, yang ternyata rekaman tersebut dipakai untuk 'memeras' dan menekan saya secara psikologis supaya saya terus-terusan 'melayani seolah-olah saya jatuh cinta sama dia."
"Sebelum ada @nasidaruratJogj saya masih belum terlalu khawatir."
"Tapi kemudian setelah ada Nasi Darurat Jogja kekhawatiran saya bertambah, stres saya bertambah, dan it's ini titik dimana aku udah ga sanggup lagi."
"Jadi biarlah ini semua jadi pembelajaran jadi saya ke depan, saya lega, plong, biar tidak ada perasaan terintimidasi, tertekan."
Berita Terkait
-
Tak hanya Wanita di Pekanbaru, Founder Usaha Kuliner di Yogyakarta Dapat Revenge Porn dari Mantan Client
-
Penangkapan Pelaku Kasus Revenge Porn oleh Mantan Pacar di Pekanbaru, Motifnya Sakit Hati ke Korban
-
Pelaku Mantan Pacar Wanita Pekanbaru Lakukan Revenge Porn Ditangkap Polisi, Begini Kronologinya
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Generasi Muda Terperangkap Utang Paylater dan Pinjol: Kurangnya Literasi Keuangan Jadi Pemicu?
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian