Ponorogo.suara.com – Peristiwa Viralnya penanganan stunting dengan memberikan paket bantuan Bahan makanan dan salah satu isinya 4 kaleng susu kental manis yang peruntukannya tidak direkomendasikan di wilayah Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mendapat respon dari Bupati Ponorogo, Sugiri Sancaka
Kang Giri panggilan akrab Bupati Ponorogo menuturkan, penanganan bayi stunting merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Kabupaten yang penanganannya perlu melibatkan semua pihak dan elemen masyarakat khususnya Pemerintah Desa.
Peristiwa viral di Mlarak memang masih ada Malpengetahuan seperti pemberian susu kental manis, namun pemberian produk ini tujuannya tidak langsung di minumkan ke bayi namun dijadikan bahan tambahan untuk olahan cemilan bayi.
“Nah ini kadang kadang kan ada mal, ada mal pengetahuan tentang misalnya susu seperti yang terjadi di Mlarak ini kan ini tidak berarti juga diminumkan susu verbal begitu, tetapi dijadikan bahan campuran seperti membuat pudding” ungkapnya saat ditemui ponorogo.suara.com, Jumat (10/3/23)
Kang Giri menambahkan, terkait penggunaan dana desa untuk membantu menekan angka stunting, Ia meminta agar pemerintah desa untuk tidak takut untuk terus menggelar pembagian bahan makanan untuk anak dengan status stunting.
Pemkab akan menggandeng kader dengan memilih bahan makanan yang standar gizinya sesuai dengan kebutuhan anak dengan status stunting.
“Maka maka saya menghimbau, kemudian tetap desa tidak boleh takut mengeluarkan anggaran untuk stunting.” Ungkapnya.
Saat ini, angka stunting di Kabupaten Ponorogo berada diangka 14 persen dengan artian bahwa dari 100 anak-anak, maka ada 14 anak dengan status stunting.
Angka ini turun jauh dibanding angka stunting pada than 2021 yang berada diangka 20 persen. Jika ditarik di Karesidenan Madiun Raya (Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan) bahwa Ponorogo terendah nomor 2. Yang paling rendah adalah Kota Madiun.
Baca Juga: Tetap Memesona di Usia 50, Yuni Shara Ketakutan Dijadikan Hal ini Oleh Pria Muda: Nggak Tahu...
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
4 Rekomendasi Rice Cooker untuk 1 Orang, agar Nasi Tak Mubazir
-
Tren Bisnis Kuliner dan Properti Dilirik Investor, Bagaimana Proyeksinya
-
Gratifikasi Rp20,7 Miliar, KPK Tahan Eks Bos Pajak Jakarta Khusus
-
Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las