- Tren Pendapatan Tambahan: Pekerja mulai lirik bisnis sampingan demi jaga daya beli di tengah ketidakpastian global.
- Waralaba Jadi Pilihan: Model franchise diminati karena sistem teruji dan risiko lebih terukur bagi pengusaha pemula.
- FLEI 2026 Digelar: Pameran FLEI 2026 hadirkan 400 brand untuk dorong kewirausahaan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Suara.com - Ketidakpastian ekonomi global yang dipicu dinamika geopolitik dan kenaikan biaya hidup mulai mengubah lanskap pencarian pendapatan masyarakat Indonesia. Mengandalkan satu sumber penghasilan dinilai tak lagi cukup untuk membentengi daya beli yang kian tertekan.
Fenomena ini mendorong gelombang baru pekerja profesional beralih menjadi wirausaha demi mencari alternatif pendapatan tambahan.
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan sektor ini menyerap sekitar 97% tenaga kerja, menegaskan bahwa kewirausahaan adalah kunci penggerak ekonomi domestik.
Di tengah tren tersebut, model bisnis kemitraan dan waralaba (franchise) semakin naik daun. Model ini diminati karena menawarkan sistem yang teruji dengan risiko terukur, cocok bagi pemula yang ingin praktis tanpa harus membangun bisnis dari nol.
Evi Diah Puspitawati dari Franchise Academy Indonesia mengungkapkan, di tengah efisiensi perusahaan besar, model franchise menjadi strategi adaptif untuk ekspansi tanpa menanggung seluruh beban investasi.
"Model ini memungkinkan bisnis tetap berkembang melalui pembagian risiko dengan mitra," ujarnya.
Senada, Ketua Umum Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI), Levita Ginting Supit, mencatat adanya pergeseran pola pikir yang signifikan di kalangan profesional. "Banyak pekerja mulai membangun usaha sendiri. Franchise menjadi pintu masuk utama karena memangkas proses trial and error yang panjang," kata Levita.
Guna menjembatani kebutuhan tersebut, gelaran FLEI Business Show 2026 siap dihelat. Pameran ini akan berlangsung bersamaan dengan Café Brasserie Expo dan Morefood Expo, menciptakan ekosistem bisnis yang komprehensif dalam satu lokasi.
Project Manager FLEI Business Show 2026, Rulief Harjianto, menyatakan pameran ini menargetkan 25.000 pengunjung dengan kehadiran lebih dari 400 brand dari berbagai industri. "Kami hadirkan tempat di mana calon mitra bisa bertemu langsung dengan pemilik merek, melihat sistemnya secara nyata, dan melakukan transaksi," jelas Rulief.
Baca Juga: Dongkrak Daya Beli, Indodana Finance dan Sharp Perkuat Ekosistem Cicilan Digital
Tak sekadar pameran, ajang ini dilengkapi program business matching, konferensi, hingga konsultasi gratis. Dukungan pun mengalir dari Kementerian Perdagangan serta asosiasi seperti HIPPINDO, APINDO, dan mitra internasional seperti World Franchise Associates (WFA).
Penyelenggaraan acara ini juga didukung oleh GoWork sebagai venue partner, penyedia ruang kerja fleksibel yang kini tersebar di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, hingga Bali. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong transformasi masyarakat dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
BI : Uang Primer Tumbuh Melambat Jadi Rp2.386,5 Triliun Akhir Maret 2026
-
Bidik Sektor Strategis, Anthony Leong Siap Tarung di Bursa Calon Ketum HIPMI
-
Bahlil Sebut Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Masih Dikalkulasi
-
BRI Life Incar Pasar Kesehatan Premium
-
Kejar Target Modal dari Bank Indonesia, CASH Siapkan Rights Issue Rp237,2 Miliar
-
Prabowo Keliling ke Banyak Negara untuk Amankan Pasokan Minyak Indonesia
-
Konflik Iran-AS Mereda, Wall Street Terus Melejit
-
Prabowo Klaim Ekonomi RI Masih Kuat di Tengah Perang, Ini Datanya
-
Harga Emas Galeri 24, Antam dan UBS Naik Dua Hari Beruntun!
-
Meski Avtur Melonjak, Pemerintah Jamin Biaya Haji Tetap