SUARA PONOROGO - Penyelenggaraan seleksi perangkat di Desa Tegalombo, Kecamatan Kauman, Ponorogo, tengah menjadi sorotan karena adanya dugaan kecurangan dalam proses seleksi tersebut.
Warga setempat yang mendatangi pelaksanaan tes seleksi perangkat Desa Tegalombo di salah satu Kampus di Ponorogo bahkan melayangkan Protes secara langsung ke panitia seleksi
"Kami sangat yakin bahwa terjadi kecurangan. Nama-nama pemenang atau peserta yang lolos seleksi sudah ditentukan sebelumnya, sehingga tes ini hanya menjadi formalitas belaka," ungkap Muchamad Usup, Tokoh warga Tegalombo (5/9/23)
Muchamad menambahkan bahwa dia dan beberapa warga lainnya menolak hasil keputusan panitia penyelenggara karena adanya bukti yang kuat terkait ketidaktransparanan dalam proses seleksi.
"Kami, bersama warga lainnya, menolak hasil keputusan panitia penyelenggara karena kami anggap tidak adil dan tidak transparan," jelasnya.
Lebih lanjut, Muchamad menyebut bahwa seorang peserta bahkan telah didatangi oleh seorang pejabat ASN dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo yang meminta peserta tersebut untuk tidak mengikuti tes seleksi dengan alasan bahwa pemenangnya sudah ditentukan sebelumnya.
Sementara itu, Camat Kauman, Nur Huda rifai, memberikan klarifikasi terkait protes warga dan memberi tahu bahwa jika ada warga yang ingin mengajukan keluhan terkait proses seleksi perangkat Desa Tegalombo.
Ia menekankan, mereka dapat melakukannya selama periode sanggah, yang berlangsung selama tiga hari setelah pengumuman peserta yang lolos seleksi.
"kami dari awal sampai akhir dari pengamatan kami, tidak ada hal-hal yang menyimpang, dan semua tahapan sudah berjalan dengan baik. terkait aduan tersebut ada mekanismenya" jelasnya
Baca Juga: Kasus Royalti Lagu, Posan Tobing Resmi Laporkan Personel Kotak: Tantri, Chua dan Cella
Nur juga menyatakan bahwa jika ada bukti yang jelas terkait hal tersebut, tindakan akan diambil. Namun, dia menekankan bahwa semua klaim harus diklarifikasi dan dibuktikan dengan benar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
PP Tunas Mulai Diterapkan, Komdigi Apresiasi Netflix Hadirkan Konten Anak yang Aman
-
7 Cara Memilih Pompa Air yang Hemat Listrik untuk Rumah Tangga, agar Tagihan Tidak Membengkak
-
Netflix Ungkap Rahasia Konten Anak Laris, Kini Kuasai 22% Waktu Tonton Global
-
5 Koleksi Tas Hermes Erling Haaland, Seri Birkin Jadi Favorit Sang Striker
-
5 Pilihan Frame Kacamata yang Cocok untuk Wajah Bulat Berhijab, Dapat Review Sempurna
-
Novel Epilog Mushoku Tensei Resmi Tamat, Volume Terakhir Rilis November
-
Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026
-
Yoyok Sukawi Pastikan PSIS Semarang Bebas dari Larangan Transfer FIFA
-
KPK Soroti Dugaan Korupsi Lintas Rezim di Sukoharjo, Diduga 'Tradisi' dari Era Suami ke Istri
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Pendampingan Desa Wisata agar Naik Kelas