Poptren.suara.com – Orang tua mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap anaknya. Seharusnya orang tua menjaga dan memperhatikan si kecil dengan sebaik apa pun.
Namun tak jarang pula orang tua dengan sengaja menelantarkan buah hatinya.
Hal ini pula yang dilakukan seorang ayah di kisah unggahan akun Twitter @SeputarTetangga berikut.
Seorang ayah tega menelantarkan anaknya demi merantau ke Ibu Kota, yang belakangan terungkap untuk fokus membesarkan channel YouTube-nya.
"Jadi ada bapak sama anak cowok 1 ngontrak di kontrakan ortuku. Intinya sih ibunya udah nggak ada. Parahnya si bapak ini gatau kerja apa dia ga pernah pulang min. Katanya ngerantau di Jakarta," ungkapnya, dikutip Suara.com pada Sabtu (30/7/2022).
Anaknya yang sudah beranjak SMA pun diabaikan begitu saja. Jangankan disekolahkan, bahkan sang anak tidak pernah mendapat kiriman uang yang cukup untuk membayar kontrakan sekaligus makan.
"Sehari-hari dia di dalam rumah terus, sama sekali ga pernah keluar. Anaknya introvert banget, diajak main sama adekku yang seumuran juga ga mau," tuturnya.
"Makin kesini juga bapaknya sering telat bayar kontrakan, ini udah telat 3 bulan, anaknya dikasih duit pas-pasan. Pernah ditanya sama bapakku, kalau duit abis kamu makan apa? Makan nasi aja ga pake lauk," sambungnya.
Bahkan anak itu disebut mirip tulang berbalut kulit karena sangat tidak terurus. Mirisnya, di saat bersamaan sang ayah malah sibuk membuat konten mistis yang fokus pada ilmu-ilmu hitam ketimbang mengurusi putranya.
Baca Juga: Nagita Sering Live, Rafathar Ingin Ibunya Hamil Lagi
"Sumpah kasian banget anaknya ditelantarin kaya gitu. Bapaknya gatau diri, bapaknya tuh punya channel yutub ilmu ghaib-ghaib gitu, pengin deh aku komen, 'Pak kasihan anakmu'," jelasnya.
"Tadi aku lihat dia diajak ngobrol sama bapakku, bener-bener badan tuh kurus banget tulang doang, nggak tega," pungkasnya.
Kisah anak yang ditelantarkan ini membuat banyak pihak ikut geram, termasuk warganet yang meramaikan kolom komentar cuitan @SeputarTetangga tersebut.
"Itu anak masih ABG, dia mentalnya lagi rawan-rawannya untuk depresi. Sementara temeni dulu, kasih makan aja jangan uang, terus lapor dinsos atau pemerintah setempat. Kasian banget," komentar warganet.
"Paling bener lapor ke dinsos nder. Kasian tuh anak. Umur segitu lagi tahap mengenal dunia dan dirinya, harusnya ada support system, pendamping, pembimbing, yang menyayangi, mendidik dsb," kata warganet.
"Kasih makan dan sekolahin anaknya. Anggap aja ngurus anak yatim-piatu. Insya Allah berkah," tutur warganet lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Kredibilitas Jadi Kunci, Ini Alasan Memilih Pengembang Properti Tak Bisa Sembarangan