Poptren.suara.com - Inferiority complex merupakan istilah yang ditujukan pada orang yang punya citra diri negatif sehingga rendah diri. Merasa kalau orang lain selalu lebih baik dari dirinya. Padahal, kenyataannya sering kali berlawan dengan pemikirannya tersebut.
Tentu hal ini bisa berakibat buruk bagi kehidupan. Orang yang mengalami inferiority complex jadi sering merasa tidak bahagia.
Apa tanda-tandanya ? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak, bestie !
1. Komunikasi berjalan satu arah
Dalam komunikasi yang sehat semestinya terjadi dua arah. Masing-masing mendapat giliran seimbang sebagai pendengar maupun pembicara.
Namun, akibat perasaan inferior, kamu selalu berada di pihak pendengar. Kamu gak pede untuk mengungkapkan topik atau pendapatmu sendiri di hadapan orang lain. Merasa kalau pandanganmu itu gak keren, omonganmu gak berbobot, atau pemikiran negatif lainnya.
2. Saat berbicara tidak melakukan kontak mata
Memang ada yang sulit melakukan kontak mata ketika bicara karena merasa tidak nyaman. Tapi, ada pula yang tidak melakukan kontak mata akibat perasaan rendah diri yang dialami.
3. Tidak bersemangat
Baca Juga: 4 Manfaat jika Orang Tua Tidak Pelit Pujian Terhadap Anak, Hilangkan Minder!
Orang yang punya kepercayaan diri tinggi biasanya bisa tampak dari pembawaannya yang tampak semangat. Sebaliknya, orang yang merasa inferior sering terlihat lesu atau tidak termotivasi.
4. Tidak suka berbaur
Untuk berbaur diperlukan keberanian, keberanian untuk mengenalkan diri, keberanian untuk bercakap-cakap dan mengeluarkan opini pribadi, dan itu semua hanya akan terjadi bagi seseorang yang punya mindset kalau tiap orang itu setara. Sayangnya, orang yang inferior tidak memiliki cara pandang demikian.
Merasa minder atau tidak sebaik dengan orang-orang sekitarnya yang sering membuatmu jadi tidak suka berbaur dan lebih senang menghabiskan waktu sendirian. Hal itu akan semakin membuatmu kesepian.
5. Haus pengakuan
Akibat citra diri negatif, kamu jadi haus pengakuan. Kamu gak pede dengan penilaianmu sendiri. Segala sesuatu selalu meminta pandangan orang lain. Padahal, sebenarnya kamu berhak dan mampu untuk mengambil keputusan sendiri sehingga tak perlu sampai mencari validasi orang lain.
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Kejagung Periksa Kasi Intel Bea Cukai Aceh Terkait Dugaan Korupsi Ekspor POME
-
Warga Sinjai Stop Beli Gas, Pakai Biogas Kotoran Sapi
-
Lawan Tim Filipina Rasa Afrika, Dewa United Andalkan Pengalaman Jan Olde Riekerink
-
Siapa Pemilik Mirae Asset? Diduga Untung Triliunan Usai Goreng Saham BEBS
-
Umrah di Tengah Ketegangan Iran-Israel, Kimberly Ryder Pasrah Apa pun yang Terjadi
-
Bacaan Doa Allahumma Innaka Afuwwun di Malam Lailatul Qadar dan Maknanya
-
Menguliti Persepsi tentang Cinta di Novel Gege Mengejar Cinta
-
Pemerintah Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Berantas Tegas Premanisme, Polda Jatim: Negara Tidak Boleh Kalah!
-
Standar Meja Makan Lebaran dan Tekanan Sosial Perempuan