- Shamar Elkins, seorang veteran Angkatan Darat, menewaskan delapan anak di Shreveport, Louisiana, pada Minggu pagi, 19 April 2026.
- Pelaku melarikan diri ke Bossier City setelah menembak delapan anak dan dua perempuan sebelum akhirnya ditembak mati polisi.
- Kepolisian Negara Bagian Louisiana kini menyelidiki motif pelaku yang memiliki riwayat masalah kesehatan mental serta catatan kekerasan hukum.
Suara.com - Identitas pelaku penembakan massal yang menewaskan delapan anak di Shreveport, Louisiana, akhirnya terungkap.
Pelaku diketahui bernama Shamar Elkins (31), seorang veteran Angkatan Darat AS.
Aksi brutal itu terjadi pada Minggu pagi (19/4/2026) di tiga lokasi berbeda.
Polisi menyebut penembakan berlangsung cepat dan menyisakan kepanikan luas di lingkungan sekitar.
Korban tewas berusia antara 1 hingga 14 tahun. Dilansir dari NY Post, 7 dari 8 korban berstatus sebagai anak kandung tersangka.
Selain menewaskan delapan anak, Elkins juga menembak dua perempuan di bagian kepala.
Salah satu korban dilaporkan dalam kondisi kritis.
Pelaku kemudian melarikan diri sebelum akhirnya dikejar aparat hingga ke wilayah Bossier City. Polisi menembak mati Elkins untuk menghentikan aksinya.
Fakta mengejutkan terungkap dari aktivitas media sosial pelaku.
Baca Juga: Horor di Louisiana! Penembakan Brutal Tewaskan 8 Anak, TKP di 3 Rumah
Beberapa jam sebelum penembakan, Elkins sempat mengunggah foto bersama salah satu anaknya dengan keterangan santai.
Dua pekan sebelumnya, pelaku juga membagikan foto bersama tujuh anaknya saat menghadiri ibadah Paskah.
Namun, jejak digital lain menunjukkan indikasi gangguan emosional.
Dalam unggahan berbeda, Elkins sempat menuliskan doa agar mampu mengendalikan pikiran, kemarahan, dan depresi.
Catatan hukum juga memperlihatkan riwayat kekerasan.
Pada 2019, pelaku pernah ditangkap karena penggunaan senjata ilegal setelah melepaskan tembakan di dekat sekolah.
Berita Terkait
-
Horor di Louisiana! Penembakan Brutal Tewaskan 8 Anak, TKP di 3 Rumah
-
10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
-
Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas
-
Donald Trump Disulap Jadi Minion! Iran Olok-olok AS Tak Bisa Buka Selat Hormuz
-
Detik-detik Teror Kiev: Pria Rusia Tembaki Warga Tanpa Ampun, 6 Orang Tewas 14 Luka
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur
-
Resmi! Prabowo Berhentikan Silmy Karim dari Jabatan Wamen Imipas
-
Silmy Karim Diduga Terima Uang Pemerasan Sejak Jadi Dirjen Hingga Wamen Imipas
-
Keras Feri Amsari di Aksi Kamisan: Parpol Jadi Perusahaan Keluarga, Ketua Partainya Hasil Warisan
-
Aksi Kamisan 910: Indonesia Darurat Militerisme, Anak Papua Jadi Korban Agresi di Pengungsian
-
Modus Kasus Silmy Karim Dkk: Persulit Izin Tinggal WNA, Paksa Bayar Uang Tambahan