Poptren.suara.com - Metamorfosis dapat dibagi menjadi dua, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Merangkum dari berbagai sumber literasi, metamorfosis adalah perubahan biologis yang terjadi pada hewan selama masa pertumbuhan. Proses ini akan berhenti ketika hewan sudah memasuki usia dewasa.
Kata metamorfosis berasal dari bahasa Yunani yang merupakan gabungan dari tiga kata yakni, Meta yang artinya setelah, Morphe yang berarti bentuk dan kata Osis yang berarti bagian (dari).
Hewan yang mengalami metamorfosis tak hanya tumbuh jadi lebih besar, tapi juga mengalami perubahan bentuk drastis. Tak jarang, selama proses metamorfosis hewan juga menumbuhkan organ tubuh baru yang membuat penampilannya sangat berbeda. Berikut penjelasan lengkap dengan contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna.
Metamorfosis tidak sempurna
Metamorfosis tidak sempurna disebut juga dengan hemimetabola, yaitu metamorfosis yang tidak melewati proses pupa dan larva. Jadi hewan-hewan langsung menuju fase dewasa.
Ciri metamorfosis tidak sempurna pada hewan adalah memiliki bentuk yang sama ketika menetas dan yang berubah hanya ukuran tubuhnya saja.
Ciri lainnya adalah, hewan-hewan ini sering melakukan pergantian kulit atau molting karena ukuran mereka bertambah besar sehingga membutuhkan kulit baru untuk menyesuaikan.
Hewan-hewan yang Mengalami Metamorfosis Tidak Sempurna
1. Jangkrik
Baca Juga: Hati-hati, Ini 3 Masalah yang Bisa Terjadi Kalau Gak Melek Literasi Keuangan!
Jangkrik adalah salah satu hewan mengalami metamorfosis tidak sempurna. Hewan ini hanya melewati tiga tahapan yaitu telur, menetas jadi nimfa lalu tumbuh jadi jangkrik dewasa atau imago.
Jangkrik menjadi hewan paling cepat dalam menyelesaikan proses metamorfosis. Dalam satu musim kawin, jangkrik betina bisa menghasilkan hingga 500 telur dan hanya butuh waktu dua atau tiga hari untuk menetas.
2. Kepik
Kepik adalah bagian dari keluarga hemiptera di mana seekor kepik betina bisa menghasilkan 1000 telur dalam satu musim kawin. Namun tak semua telur bisa bertahan karena banyak yang jadi korban predator.
Telur kepik biasanya diletakkan di dedaunan dan akan menetas setelah berumur satu minggu. Kepik melewati fase pupa dan keluar sebagai kepik dewasa. Satu-satunya fase yang tidak mereka lewati adalah nimfa, sehingga metamorfosis kepik tidak sempurna.
3. Belalang
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Jakarta Pertamina Enduro Sikat Electric PLN 3-0, Servis Mematikan Jadi Kunci Kemenangan
-
Peringkat Kredit Indonesia di Moodys Tetap Baa2, Alarm Bagi Kepercayaan Investor?
-
Review Film Warrior (2011): Drama Keluarga Mengharukan di Balik Ring MMA
-
Persib Bandung Gaet Sergio Castel: 5 Poin Penting Rekrutan Anyar Pangeran Biru
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
DPR RI Awasi Pengembangan Kawasan Wisata di Area Rencana Proyek Giant Sea Wall
-
Waspadai Malut United, Bojan Hodak Sesumbar Siapkan Kejutan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
Media Italia Bongkar Isi Pembicaraan Jay Idzes dengan John Herdman