/
Senin, 22 Agustus 2022 | 19:14 WIB
Ferdy Sambo & Bharada E. (Suara.com)

Poptren.suara.com – Ronny Talapessy selaku pengacara Bharada E, ia mengatakan sejumlah hal terkait pengakuan kliennya. Kliennya tak diberitahukan alasan ia harus mengeksekusi Brigadir J.

Orang-orang yang terlinat dalam pembunuhan berencana berkumpul di sebuah ruangan di lantai 3 rumah dinas Ferdy Sambo.

Bharada E dipanggil paling akhir untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.

Menurut Talapessy pertemuan itu adalah rapat rahasia untuk Menyusun scenario pembunuhan. Setelah melakukan eksekusi, ia kembali keruangan dan Bharada E mendapati Putri dan Ferdy Sambo membicarakan tentang Brigadir J. 

Menurut pengakuan Bharada E, Putri terlihat menangis.

"Jadi memang ada proses waktu di lantai 3, ketika klien saya (Bharada E) dipanggil ke dalam suatu ruangan meeting, ruangan rapat bahwa ternyata memang sudah ada Ibu PC ini membicarakan mengenai tentang almarhum Yosua," ujar Ronny Talapessy.

Dalam rapat tersebut Bharada E tidak berbicara sama sekali. Namun, Ronny juga tidak memperinci apa yang membuat Ferdy Sambo marah dan Putri menangis.

"Klien saya menyampaikan bahwa waktu kejadian itu Ibu PC dalam keadaan menangis. Kemudian Bapak FS ini dalam keadaan marah. Nanti detailnya, ini kan nanti menjadi pembelaan di pengadilan," ujar Ronny.

"Jadi perlu saya sampaikan klien saya tidak berbicara tetapi klien saya melihat bahwa ibu PC itu ada di ruangan lantai 3. Jadi pertemuannya itu Ibu PC, Pak FS, kemudian ada saudara RR. Yang terakhir dipanggil adalah Bharada ini, yang panggil itu saudara RR," sambungnya.

Baca Juga: Dukungan Ridwan Kamil Jadi Capres 2024 Menguat, Kalahkan Prabowo dan Sandiaga Uno

Ronny menegaskan, kliennya tidak tahu apa motif penembakan. Ia hanya menerima perintah untuk melakukan eksekusi.

Sumber : fresh.suara.com

Load More