Poptren.suara.com – Meski dalang utama dari kasus pembunuhan Brigadir J sudah terungkap, masih ada teka-teki mengenai siapa sebenarnya pihak yang memberi ancaman pembunuhan sebelum eksekusi terjadi.
Untuk diketahui, sebelumnya terungkap kalau mendiang Brigadir J mengaku sempat mendapat ancaman pembunuhan kepada kekasihanya, yakni Vera Simanjuntak. Kepada Vera, Brigadir J memberi tahu jika nyawanya terancam karena mendapat ancaman pembunuhan dari ‘skuad lama’.
Mengetahui ungkapan tersebut, Komnas HAM disebut langsung melakukan pendalaman, dan komunikasi kepada kekasih Brigadir J.
Namun rupanya, yang dimaksud dengan skuad lama ternyata bukanlah dari lingkat Polri. Dari hasil pendalaman, terungkap jika skuad lama yang dimaksud adalah orang dekat istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Satu nama pun muncul yakni Kuwat Ma'ruf (KM), yang sebelumnya dikenal sebagai sopir Putri Candrawathi.
Terbongkar ancaman diduga dari Kuwat dengan kalimat.
"Jadi, Yosua dilarang naik ke atas menemui ibu P (Putri Candrawathi). Karena membuat Ibu P sakit," sebut Choirul Anam, selaku Komisiener Komnas HAM.
"Kalo naik ke atas akan dibunuh," ungkap Choirul Anam lagi, mengenai ancaman yang didapat.
Sumber: bandung.suara.com.
Baca Juga: Bharada E Melihat Putri Candrawathi Menangis Setelah Kematian Brigadir J
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026