/
Senin, 17 Oktober 2022 | 11:12 WIB
Ilustrasi cara kerja otak (Freepik)

Poptren.suara.com - Intelligence quotient atau IQ yang tinggi menjadi kebanggaan bagi beberapa orang. IQ yang tinggi sering dikaitkan dengan penilaian tingkat kecerdasan yang diukur melalui serangkaian tes yang diikuti seseorang untuk meraih skor pada suatu hal. Penilaian IQ masih menjadi salah satu indikator penentu di bidang pendidikan hingga pekerjaan.

Beberapa studi mengemukakan, seiring waktu, skor IQ bisa dikembangkan dan bisa berubah. Tidak menutup kemungkinan skor IQ juga dapat menurun.

Laman Prevention menuliskan skor IQ pada setiap orang dapat berubah seiring waktu, terlebih jika orang tersebut sering melakukan berapa hal yang bisa membuat tingkat kecerdasan menurun. Sejumlah kebiasaan menurut para ahli, dapat mengurangi potensi kemampuan dan fungsi otak yang sebenarnya.

Beberapa hal yang dimaksud adalah :

1. Tidak menjaga pola makan

Pola makan yang tidak dijaga akan menimbulkan bahaya obesitas. Menurut penelitian obesitas dapat memengaruhi kinerja kognitif pada otak, juga mampu meningkatkan risiko demensia di masa tua.

Studi dari American Journal of Epidemiology menyebutkan, hubungan antara obesitas dan kemampuan intelektual yang rendah dipengaruhi oleh pola makan pada saat remaja dan dewasa.

2. Terlalu sering konsumsi makanan manis

Ahli saraf dari Weill Corner Medical Center, Presbyterian Hospital, New York, mengemukakan orang dengan kadar gula tinggi dapat mengalami penurunan IQ yang berisiko demensia serta kadar gula darah yang tidak dikelola dengan baik juga akan memengaruhi fungsi sel otak dan kemampuan kognitif seseorang.

Baca Juga: Manfaat Jalan Kaki ke Sekolah bagi Anak, Salah Satunya Turunkan Obesitas!

3. Kelola stres

Ahli saraf di The Ohio State University Wexner Medical Center, Colombus, Ohio AS, Brendan Kelley, MD, mengungkapkan kondisi pikiran yang tengah stres dapat memicu hormon yang mengurangi fungsi otak serta berkaitan dengan risiko Alzheimer.

Ada sejumlah latihan untuk mengelola stres, seperti olahraga yoga dan meditasi, atau melakukan hobi.

4. Perokok aktif dan pasif

Dikatakan oleh para ahli bahwa pengaruh asap rokok yang terlalu sering dan lama dapat meningkatkan karbon monoksida di dalam tubuh yang kemudian menggantikan oksigen yang dibutuhkan otak dan tubuh kita untuk menjalani fungsinya.

Apabila zat karbon monoksida terlalu sering dihirup, maka dampaknya dapat memicu kerusakan pembuluh darah, kemampuan sel otak untuk berkomunikasi secara efektif. Juga bepotensi mengurangi kemampuannya dalam menyimpan informasi dengan baik.

5. Multitasking

Orang yang terbiasa melakukan pekerjaan multitasking dapat berisiko mengalami penurunan IQ. Kebiasaan ini sama seperti memaksakan kinerja otak untuk melakukan pekerjaan banyak dalam sekali waktu, nantinya otak yang akan terkena dampaknya.

Ibarat komputer tua, ketika dipaksakan kinerjanya, maka kemampuannya tidak akan semaksimal sebelumnya karena bisa mengalami freeze, karena terlalu sering bekerja melampaui batas.

Load More