Poptren.suara.com - Punya rencana membeli mobil bekas? Jangan lupa periksa minyak rem di dalamnya. Hal ini penting karena sistem pengereman sangat perlu diperhatikan. Karena masalah ini akan menjadi masalah serius dalam meningkatkan resiko kecelakaan.
Jika dilihat dari buku panduan manual, secara umum dan ideal, minyak rem diganti dan dikuras total pada interval 40.000 km atau kurang lebih pemakaian dua tahun. Untuk yang terbiasa berkendara, ciri-ciri apabila minyak rem harus dikuras bisa dirasakan. Dalah hal ini, "jiwa" pengendara dan kendaraan harus 'bestie' dahulu. Jika ragu, segeralah pergi ke bengkel dan konsultasikan ke montir yang ada di bengkel.
Biasanya minyak rem yang perlu dikuras secara total bisa dirasakan saat melakukan pengereman, karena pedal rem terasa lebih dalam saat diinjak. Hal ini terjadi baik untuk mobil transmisi manual ataupun transmisi matik. Pedal rem yang terasa dalam saat diinjak karena kualitas minyak rem menurun. Tidak hanya itu, banyaknya kandungan uap air di dalamnya juga menjadi penyebab pedal rem terasa lebih dalam.
Pengecekkan kondisi fisik mobil pun juga harus dilakukan, antisipasi kerusakan pada fisik mobil. Kondisi minyak rem bisa dilihat langsung pada tangki yang disebut reservoir. Apabila minyak rem berwarna keruh, hal itu jadi pertanda minyak rem harus dikuras.
Sebuah alat bernama brake fluid tester juga dapat digunakan apabila ingin hasil yang akurat. Walaupun alat ini berfungsi untuk membaca kadar uap air yang ada di dalam minyak rem. Melalui alat tersebut, dapat terlihat ada berapa banyak kadar uap airnya. Apabila batas uap air di minyak rem melebihi empat persen, maka segera kuras minyak rem dan ganti dengan yang baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Prakiraan Cuaca Pekanbaru: Diguyur Hujan Ringan Hari Ini
-
Mangkrak 10 Tahun, Stadion Utama Sumbar Kini Kembali Bergeliat
-
Gus Yahya Klaim PBNU Tak Lagi Kejar Politik Elektoral, Kini Fokus Kawal Nilai
-
Meski Pendapatan Naik, Tapi Rugi WIKA Masih Rp1,48 Triliun
-
Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini di Level Rp17.754/USD
-
Prabowo Kembali ke Jombang, Hadiri Penutupan Muktamar NU ke-35
-
Buruan Antre, Harga Emas Antam Masih Dipatok Rp2,67 Juta/Gram
-
Begini Strategi Rebranding Emiten Bank BCIC
-
3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
-
IHSG Masih Bergerak di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau ASGR