/
Kamis, 09 Februari 2023 | 11:13 WIB
Mardigu Mowiek alias Bossman (Tangkapan layar YouTube R66 Newlitics)

Poptren.suara.com - Pengusaha dan influencer Mardigu Mowiek atau dikenal Bossman ikut larut dalam kemeriahan pesta Dewa 19 yang berlangsung di Jakarta International Stadium atau JIS pada Sabtu Malam (4/2/2023).

Alih-alih bersenang-senang karaoke bareng dengan 60 ribu penonton di dalam area konser, Bossman malah kesal dengan fasilitas JIS yang bikin sengsara para penonton.

"Kalau seonggok bangunan mewah, semua orang bisa bangun, namun kalau tidak melihat dan membangun secara keseluruhan, ya nggak ada gunanya," tutur Bossman dalam narasinya di tayangan video bertajuk 'Bossman Kapok Nonton Konser di JIS Stadium' di akun YouTube Bossman Mardigu yang diunggah Selasa (7/2/2023).

Bossman menilai pembangunan JIS di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu terkesan terburu-buru,  Sehingga, kesan pamer yang disuguhkan.

"Apakah ini cermin era membangun di zaman populism ini ya," tanya Bossman.

Dewa 19 (sumber: Instagram @officialdewa19)

Menurut Bossman, pembangunan JIS sepertinya mementingkan bentuk fisiknya dulu, namun untuk urusan orang berkunjung ke JIS dikesampingkan.

"Sarana penunjang lainnya nggak ada, ya nggak apa-apa. Toh yang merasakan hanya yang ke stadion atau yang pakai infrastrukturnya saja, yang 100.000 orang yang hadi ke sana yang tahu masalahnya, sementara yang 100 juta orang yang enggak pernah ke sana hanya lihat berita dan gambar saja," ungkap dia.

Selain itu, kata Bossman, untuk berita juga bisa diarahkan dan gambar bisa diedit dan diperindah.

Bagi yang mengeluhkan sarana JIS, menurut Bossman, paling cuma 50 ribuan orang atau bagi mereka yang mengerti sering nonton konser atau nonton bola di luar negeri. Sedangkan sisanya tidak tahu.

Baca Juga: 4 Manfaat yang Akan Kamu Rasakan Jika Hidup Tanpa Cicilan

Bossman membandingkan JIS dengan stadion berstandar bagus di luar negeri di mana orang-orang bisa meninggalkan stadion dalam waktu 30 menit, meskipun jumlahnya hingga 100 ribu orang.

"Kecil kok antara yang tahu dan tidak tahu. Rakyat yang tahu hanya ada gedung megah, ada jalanan dibangun, keren lewat media," kata Bossman. 

Dia juga menilai pembangunan JIS sudah parah jika tidak dibuat prasarana penunjang lainnya.

"Waduh, parah ya begini cara bertindaknya. Ke depan kita harus stop budaya populerism dan narcissistic begini," tandas Bossman.

Load More