Poptren.suara.com - Apa itu tantrum ? Secara umum tantrum adalah perilaku yang dilakukan anak-anak usia jelang sekolah, berupa ekspresi kemarahan mereka. Seperti tidur di lantai, nangis meraung-raung, meronta-ronta, menahan napas, bahkan berteriak, dan cukup sering terjadi di tempat umum. Tantum sendiri sifatnya alamiah. Disebut alamiah karena anak-anak belum bisa menggunakan kata dalam mengungkapkan rasa frustrasi mereka.
Tantrum merupakan perilaku yang agresif, namun bukan perilaku permanen yang tidak normal. Anak yang tantrum terjadi karena perasaan yang tidak nyaman yang dirasakan sang anak, seperti lapr, ngantuk, diserang atau dikritik, bertemu orang baru, atau keinginannya tidak dituruti orangtuanya. Pola asuh yang belum tertata dengan baik juga menjadi penyebab anak mudah tantrum. Maka dari itu orangtua harus merespon secara tepat dan proporsional. Jika salah dalam memberikan perlakuan, tidak meutup kemungkinan akan berdampak negatif terhadap perkembangan anak.
Tantrum biasanya terjadi pada anak-anak yang aktif dan energinya seolah tidak pernah habis. Ciri-ciri tantrum pada anak mudah dikenali, diantaranya ada kebiasan tidur lebih lama, makan dan buang air besar tidak teratur, gampang merasa marah atau kesal dan sulit dialihkan perhatiannya. Ada pula sulit menyesuaikan diri dengan situasi, mood nya cenderung kearah negatif, bahkan lambat beradaptasi terhadap perubahan.
Kebanyakan tantrum terjadi di tempat dan waktu tertentu yang biasanya di tempat umum setelah si anak mendengar kata "tidak" ketika keinginannya tidak ia dapatkan. Tantrum akan berhenti ketika si anak mendapatkan yang ia inginkan. Tantrum mulai terjadi saat anak mulai membentuk sense of self, dimana masa tersebut anak sudah cukup untuk memiliki perasaan “me” dan “my wants”, namun belum memiliki keterampilan yang memadai bagaimana cara memuaskan keinginan mereka secara tepat.
Tantrum puncaknya pada usia dua hingga empat tahun. Untuk para orangtua, tidak perlu risau karena tantrum adalah sebuah persitiwa yang umum dialami oleh anak, juga tidak perlu bingung menghadapi anak yang tantrum. Salah satu hal penting dalam menghadapi anak tantrum adalah bagaimana sebagai orangtua bisa bersikap tenang dan tidak terpengaruh serta dapat mengontrol emosi dan mengambil tindakan yang tepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
6 Hari Hilang Keluarga Sudah Anggap Tewas, Pemandu Gunung Ini Tiba-tiba Muncul dan Hidup
-
Sejarah Terukir! DPRD Bogor Gelar Paripurna HJB ke-544 di Kaki Gunung Halimun Salak Nanggung
-
GBK Akan Dipadati Hingga 43 Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Warga Diimbau Hindari Senayan
-
Tren Slow Aging Kian Diminati, Hidrasi Jadi Kunci Menjaga Kulit Tetap Sehat dan Kenyal
-
Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's
-
4 Cushion yang Bagus dan Glowing, Wajah Jadi Mulus Bercahaya
-
Dadan Hindayana Cs Tersangka, Ucapan 'Amit-amit' Charles Honoris Kini Jadi Kenyataan
-
Gelar RUPST 2025, PHR Perkuat Kemandirian Energi dan Kinerja Berkelanjutan
-
Tinggalkan Gedung Mewah, Pemkab Bogor Pilih Lapangan Citalahab untuk Rayakan Hari Jadi Bogor
-
Pemerintah Serahkan 112 DIM Revisi UU Polri ke DPR, Pembahasan Dilanjutkan Pekan Depan