Poptren.suara.com - Beberapa orang mengalami rasa sakit saat berhubungan seks. Padahal semua orang ingin merasakan seks yang nikmat.
Rasa sakit tersebut bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti endometriosis, kista, fibroid, trauma panggul, atau masalah hormonal.
Seksologi Tyomi Morgan mengatakan kondisi kesehatan fisik dan mental dapat menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seks.
Ketika seks terasa menyakitkan, niat melakukan aktivitas seksual akan menurun. Namun, apakah seks harus dihentikan sepenuhnya? Menurut Morgan, jika rasa sakitnya kronis, penetrasi bisa dihindari, tetapi aktivitas seksual tidak perlu berhenti sama sekali.
Seks di luar penetrasi seperti seks oral masih dapat dilakukan sementara mencari penyebab rasa sakit yang mendasari. Aktivitas seperti ciuman, pijatan, eksplorasi fetish atau fantasinya. Selain itu bisa saling masturbasi, dan menggunakan mainan seks non-penetratif merupakan contoh lain dari kegiatan seksual yang tidak melibatkan penetrasi.
Dia juga merekomendasikan beberapa posisi berikut yang dapat membantu mengurangi rasa sakit saat berhubungan seks.
Posisi menyendok
Kedua pasangan berbaring miring dengan pasangan penerima diposisikan di depan pasangan penetrasi dengan punggung menghadap mereka, meniru sendok yang diletakkan di dalam satu sama lain. Posisi ini bagus untuk berpelukan dan mendorong gerakan lembut selama penetrasi.
Posisi Papan
Baca Juga: Raffi Ahmad Pastikan Mitsuru Maruoka Tetap Berseragam RANS Nusantara FC di Liga 1 2023/24
Wanita berbaring tengkurap dengan bantal di bawah panggul dan kaki mereka sedikit terbuka untuk memudahkan penetrasi. Pria mengangkangi kaki pasangannya dan membelai dengan lembut saat pasangannya berbaring dengan nyaman.
Pasangan di atas dapat menggunakan tangan mereka untuk mengangkat dan menopang panggul pasangannya untuk menekan lebih dalam ke dalam vagina.
Tatap Muka
Kedua pasangan saling berhadapan dengan pasangan penerima di bawah dan pasangan penembus di atas. Kaki pasangan penerima dapat diangkat, dililitkan di pinggang pasangannya atau diposisikan dengan lutut ditekuk dan telapak kaki rata.
Tatapan mata dan pernapasan yang tersinkronisasi dapat membantu relaksasi dan hubungan yang lebih dalam.
Seks oral
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Coffee Fair Alfamart April 2026: Diskon Kopi Favorit Mulai Rp6 Ribuan, Beli 1 Gratis 1
-
Sudah Bayar Pajak, Motor Justru Hilang di Samsat Palembang, Ini 5 Fakta Mengejutkan
-
Ice Cream Fair Indomaret April 2026: Diskon Besar Hingga 50 Persen, Beli 4 Gratis 2
-
Berani Turunkan Pemain Muda, Hector Souto Buktikan Keputusan Federasi Tak Salah di Piala AFF Futsal
-
Temui Gubernur DKI, PB ORADO Perkuat Dukungan Turnamen Domino
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Bank Sumsel Babel Permudah Akses Bandara, Tol, dan LRT di Palembang, Cukup Tap Tanpa Antre
-
Rahasia LG Jual 3,2 Juta WashTower, Fokus Konsumen hingga Bidik Pasar Indonesia
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam