/
Sabtu, 20 Mei 2023 | 19:57 WIB
Ilustrasi kumis tipis pada wanita

Poptren.suara.com - Kita sering mendengar mitos bahwa kumis tipis bisa menjadi tanda bahwa seseorang wanita memiliki nafsu seksual yang tinggi. Tapi sebenarnya, mitos ini nggak punya dasar ilmiah yang kuat, lho. Kumis tipis atau tebal nggak bisa menunjukkan dengan pasti seberapa besar nafsu seksual seseorang.

Pertumbuhan kumis dipengaruhi oleh faktor genetik dan hormon, bukan nafsu berlebih. Kondisi medis di mana wanita mengalami pertumbuhan rambut yang berlebihan atau kasar pada bagian-bagian tubuh yang biasanya memiliki pertumbuhan rambut yang lebih sedikit pada wanita disebut Hirsutisme. 

Kelebihan rambut tersebut termasuk wajah, seperti bibir atas, dagu, dan pipi), dada, perut, punggung, serta lengan dan kaki.

Pada kebanyakan kasus, pertumbuhan rambut yang berlebihan pada wanita ini disebabkan oleh peningkatan kadar hormon androgen dalam tubuh. 

Hormon yang disebut androgen, seperti testosteron, mempengaruhi pertumbuhan rambut di wajah. Tapi tingkat hormon ini nggak langsung berkaitan dengan tingkat nafsu seksual.

Jadi, kita nggak boleh membuat asumsi atau mengeneralisasi tentang sifat orang berdasarkan penampilan fisik, termasuk kumis. Kita harus menghormati keunikan setiap orang dan sadar bahwa nafsu seksual itu kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti psikologis, emosional, dan sosial.

Dalam sebuah penelitian dari Journal of Sex & Marital Therapy, wanita yang mengidap hirsutisme ternyata memiliki tingkat hasrat seksual yang lebih tinggi dibandingkan wanita pada umumnya. Namun, setelah menjalani terapi selama setahun, tingkat hasrat seksual pada wanita dengan kumis ini bisa menurun dengan signifikan.

Selain itu, pertumbuhan kumis di wajah juga bisa mempengaruhi kepercayaan diri seseorang ketika harus tampil di depan banyak orang. Tapi jangan khawatir, setelah menjalani terapi yang tepat, kepercayaan diri bisa meningkat dan mereka bisa menerima diri mereka apa adanya. Jadi, jika kamu mengalami masalah seperti ini, jangan ragu untuk mencari bantuan dari ahli medis yang bisa memberikan penanganan yang tepat.

Ada beberapa fakta menarik lainnya terkait hirsutisme pada wanita, nih:

Baca Juga: Lupakan Anggur Merah dan Sate Kambing, Musik Terbukti Ilmiah Bikin Pasangan Lebih Cepat Terangsang

Ada dua jenis bulu yang tumbuh di tubuh manusia, yaitu bulu halus dan bulu kasar. Bulu halus berfungsi untuk menjaga suhu tubuh, sementara bulu kasar mirip dengan rambut di kepala atau rambut kaki pria. Nah, pada wanita dengan hirsutisme, yang tumbuh adalah bulu kasar.

Pertumbuhan bulu ini dipengaruhi oleh produksi hormon androgen yang berlebihan. Hormon ini bisa memicu pertumbuhan bulu di tubuh manusia. Biasanya, hormon androgen mencapai puncaknya saat masa pubertas. Pertumbuhan kumis tipis pada wanita disebabkan oleh aktivitas kelenjar minyak yang dipengaruhi oleh hormon androgen.

Pertumbuhan kumis atau jenggot pada wanita juga bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Misalnya, kondisi hirsutisme bisa menjadi gejala dari Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). PCOS adalah kondisi yang dapat mengganggu kesuburan wanita dan membuatnya sulit untuk hamil.

Hirsutisme terjadi karena ketidakstabilan hormon dalam tubuh wanita. Jadi, untuk menjaga hormon tetap seimbang, sangat penting untuk melakukan pengobatan dan terapi yang sesuai.

Jadi, itulah beberapa fakta menarik tentang hubungan antara pertumbuhan kumis dan isu-isu seputar nafsu berlebih. Jika kamu mengalami masalah ini, jangan ragu untuk mencari bantuan dari ahli medis. Pastikan kamu memeriksa penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat sebelum masalah tersebut semakin membesar.

Load More