Suara.com - Masyarakat yang merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya selama pandemi Covid-19 bisa memanfaatkan urban farming, yang berlokasi di Nuansa Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Urban farming tersebut adalah bagian dari corporate social rsponsibility (CSR) Perumda Pembangunan Sarana Jaya, yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta.
"Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepeduliaan kami untuk masyarakat yang membutuhkan di tengah pandemi Covid-1," ujar Direktur Utama Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan, beberapa waktu lalu.
Selain dapat memanfaatkan fasilitas ini, Yoory juga berharap, agar masyarakat mau menjaga dan memeliharanya dengan baik. Hal ini akan dilakukan secara khusus oleh kelompok tani atau warga masyarakat yang ditunjuk untuk mengelola.
"Saya berharap, urban farming ini dapat dijaga dan dipelihara dengan baik oleh kelompok tani atau warga masyarakat yang ditunjuk untuk mengelola," tambahnya.
Kelompok tani dan warga masyarakat, nantinya akan dibekali dengan pengetahuan tentang bercocok tanam dan mengelola hasil urban farming. Saat ini, terdapat beberapa jenis sayuran yang ditanam, seperti sawi, selada, kangkung, caisim dan pakcoy.
Proyek Nuansa Pondok Kelapa tersebut dilakukan di lokasi Hunian DP 0 Rupiah, yakni dengan memanfaatkan area yang saat ini belum dikembangkan. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya untuk mendekatkan diri dengan warga yang telah menghuni hunian DP 0 Rupiah Pondok Kelapa.
Panen perdana di Nuansa Pondok Kelapa dilakukan serentak di 65 kelurahan di Jaktim secara virtual bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Wali Kota Jaktim, hari ini, Jumat (5/2/2021).
Panen serentak ini merupakan salah satu kegiatan kolaborasi antara Perumda Pembangunan Sarana Jaya dan Pemkot Jaktim.
Selain membangun urban farming, Sarana Jaya juga memiliki CSR lainnya, yaitu pembenahan rumah ibadah, bantuan sembako, pemberian masker, pemberian disinfektan, memeberikan pendingin ruangan bangsal isolasi mandiri, kantong jenazah, tenda isolasi mandiri dan lainnya.
Baca Juga: Manfaat Urban Farming Selama Pandemi, Bisa Jadi Solusi Ketahanan Pangan!
Berita Terkait
-
Pelantikan Kepala Desa se-Kabupaten Bogor Ditengah Pandemi Covid-19
-
Istana: Prospek Ekonomi Indonesia Tahun 2021 akan Lebih Baik
-
Jalan-Jalan Melepas Penat saat Pandemi, Ini Tipsnya!
-
Resmi! Anggaran Penanganan Pandemi Covid-19 Naik Jadi Rp 254 Triliun
-
Pandemi Covid-19 Masih Ada, PBSI Kebingungan Gelar Indonesia Open 2021
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Ada Demo Besar di Jakarta, Disdik Kota Tangerang Wajibkan Orang Tua Jemput Siswa 27-28 Agustus
-
Daftar Demo dan Lokasi Aksi Massa Hari Ini 27 Agustus 2026
-
Viva Milk Cleanser Cucumber untuk Kulit Apa? Ini Cara Pakai dan Review Pengguna
-
Dugaan Penyebab Bencana Banjir di Tibet, Ratusan Orang Meninggal Dunia
-
Detik-detik Banjir Bandang Terjang Nepal, 157 Nyawa Melayang dan Ratusan Orang Hilang
-
Rekening Warga Pati yang Sempat Diblokir telah Pulih, Transaksi Kembali Normal
-
Masa Sulit Berakhir, 4 Shio Ini Siap Sambut Peruntungan Baru pada 27 Agustus 2026
-
Nilai Strategis Selat Hormuz Semakin Terkikis, Iran di Ujung Tanduk
-
Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun
-
Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang