Suara.com - Stunting masih menjadi prioritas nasional di bidang kesehatan. Dengan ditetapkannya target nasional untuk menurunkan prevalensi stunting hingga 14% di tahun 2024, perlu ada upaya lebih untuk mencapai target tersebut. Secara nasional, pemerintah menentukan target prevalensi stunting turun ke angka 14 persen pada tahun 2024.
Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menunjukkan prevalensi angka stunting di Sulawesi Utara berada di angka 21,6%, dan Kota Tomohon sendiri berada di angka 18,3%.
Meski terbilang rendah, Pemerintah Daerah Kota Tomohon terus melakukan upaya terkait penurunan angka stunting terutama melalui Dinas Kesehatan beserta tenaga kesehatan.
Sekretaris Daerah Kota Tomohon, Edwin Roring, SE, ME., menyampaikan pemerintah hadir untuk memfasilitasi dengan skema-skema kegiatan bersama agar kekurangan gizi tidak terjadi lagi. Hal ini disampaikan pada Seminar Tata Laksana Cegah Stunting Tenaga Kesehatan dalam Percepatan Penurunan Stunting Melalui Sistem Rujukan Berjenjang di Kota Tomohon.
“Pemerintah kota Tomohon berupaya mencegah terjadinya stunting, dan berbagai kebijakan regulasi terus dilakukan secara maksimal oleh berbagai pihak, terutama Dinas Kesehatan," ujarnya, Senin (8/8/2022).
Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Tomohon , Edwin Roring, SE, ME., Kepala Dinas Kesehatan Kota Tomohon, dr. John Denny Lumopa, M.Kes., Satuan Tugas Perlindungan Anak PP.IDAI, Dr. Dr. Rachmat Sentika, Sp.A, MARS., Dokter Spesialis Anak , dr. Ronald Rompies, Sp. A., dan Medical Science Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray W. Basrowi, MKK.
Dalam pernyataannya, Sekretaris Daerah Kota Tomohon, Edwin Roring, SE, ME., menyampaikan pemerintah hadir untuk memfasilitasi dengan skema-skema kegiatan bersama agar kekurangan gizi tidak terjadi lagi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tomohon, dr. John Denny Lumopa, M.Kes., menyampaikan, Dinas Kesehatan Daerah memiliki peran dalam percepatan penurunan stunting di Kota Tomohon.
"Terdapat beberapa masalah yang menjadi pemicu terjadinya stunting, diantaranya ibu hamil dengan kekurangan energi kronis, berat badan lahir rendah, asupan gizi kurang, dan sanitasi lingkungan yang buruk,” ujarnya.
Baca Juga: Pekan Menyusui Sedunia 2022: WHO Sebut ASI Eksklusif Jadi Kunci Penurunan Stunting di Indonesia
Dinas Kesehatan Kota Tomohon juga memiliki kegiatan unggulan program gizi, seperti perbaikan gizi remaja putri dan calon pengantin serta perbaikan gizi pada 1000 HPK.
Satuan Tugas Perlindungan Anak PP. IDAI, Dr. Dr. Rachmat Sentika, Sp.A, MARS., menjelaskan, sistem rujukan pada kasus stunting harus dapat dilaksanakan hingga ke rumah sakit, yang akan menyediakan SDM kompeten untuk penanganan masalah gizi yang diakibatkan oleh penyakit atau kondisi tertentu pada bayi secara komprehensif.
Sementara itu, Dokter Spesialis Anak, dr. Ronald Rompies, Sp. A., pada kesempatan tersebut memaparkan, deteksi dini weight faltering penting untuk pencegahan stunting.
“Ini bisa dilakukan di posyandu, bila tidak ada perbaikan segera rujuk ke puskesmas. Nanti bila ditemukan stunting, dari puskesmas akan langsung memberikan rujukan ke dokter spesialis anak di RSUD,” jelas Ronald.
Ia menambahkan, intervensi spesifik dengan pemberian nutrisi yang optimal yaitu MPASI dengan kandungan protein hewani (telur, ikan, hati, dan lainnya) disertai PKGK (susu formula standar) atau PKMK (susu khusus) pada anak yang kekurangan gizi, termasuk sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan dan Surat Keputusan BPOM.
Medical Science Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray W. Basrowi, MKK menyatakan komitmen Danone Indonesia dalam rangka penurunan angka stunting akan terus dilakukan. Promosi pemberian ASI Eksklusif bagi karyawan mendukung berbagai macam riset tentang nutrisi pada anak-anak, program edukasi Tenaga Kesehatan Berkelanjutan, serta program pemberdayaan masyarakat dan komunitas.
Berita Terkait
-
Jalin Kerja Sama dengan BKKBN, Panglima TNI: Kami Alihkan Anggaran Bakti Sosial untuk Penurunan Stunting
-
Universitas Padjajaran Terus Sosialisasikan Pencegahan Stunting
-
Wah, KOPMAS Temukan Data Gizi Buruk dan Stunting tidak Sesuai Fakta Lapangan
-
Ketua IDAI: Anak Stunting Pasti Kekurangan Asupan Protein Hewani
-
Dukung Pemerintah Turunkan Angka Malnutrisi, Buku Seri Cegah Stunting Diluncurkan
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Cemburu Buta Suami di Banyuwangi Berujung Tragedi Minggu Pagi
-
Achilles Bidik Kebutuhan Bisnis dari Transaksi hingga Pendanaan
-
1.300 Penerbangan Dibatalkan karena Topan Dolphin di Shanghai
-
Mitos macOS Lebih Aman Runtuh: Riset Kaspersky Ungkap Pengguna Mac Lebih Rentan Terkena Malware
-
Cushion Glad2Glow Pink dan Silver, Apa Bedanya? Ini Kelebihan Masing-Masing
-
Eks Menhan Mark Esper: Tawaran Damai Iran Konyol, Merasa Lagi di Atas Angin
-
Selat Hormuz Siap Dibuka Jika AS Mau Bayar Kompensasi ke Iran, Berapa Nominalnya?
-
PLTA Garung Pasok Energi Bersih ke Sistem Jawa-Bali, Aliri Listrik 30 Desa
-
Tak Risih Dijuluki Gubernur Persija, Pramono Optimis Juara Liga 1 Jadi Kado 500 Tahun Jakarta
-
5 Film Terbaru Agustus 2026, Ada Dear You Hingga The Tao Exorcist!