PURWASUKA- Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Gun Gun Sumaryana mengatakan, meskipun kebakaran pabrik triplek di Jalan Soekarno Hatta No. 505 Kota Bandung tidak menelan korban jiwa.
Namun, kebakaran pabrik triplek kemarin membuat 1 petugas Diskar PB Kota Bandung terpaksa dilarikan ke rumah sakit, karena terlalu banyak menghirup asap kebakaran.
“Satu (1) orang anggota Diskar PB Kota Bandung dari pleton 2 dilariakan ke rumah sakit, karena kekurangan oksigen. Personil tersebut dilarikan ke rumah sakit karena banyak menghirup asap ditambah usianya tergolong sudah berumur, tetapi punya semangat tinggi dalam menjalankan tugas,” tutur Gun Gun Sumaryana, Bandung, Kamis, 27 Oktober 2022.
Satu petugas Diskar PB Kota Bandung dilarikan ke rumah sakit saat hari pertama pemadaman kebakaran pabrik triplek.
“Hanya 1 orang saja yang dilarikan ke rumah sakit, dua personil lainnya hanya mengantarkan, itu terjadi di hari pertama,” ucap dia.
Hal tersebut bisa terjadi karena kondisi kemarin memang cukup ekstrem, asapnya sangat banyak. Sehingga sangat berpengaruh terhadap kondisi tubuh dari petugas pemadam kebakaran, terutama untuk usia yang tergolong tua.
“Namun sejauh ini kondisi petugas yang dilarikan ke rumah sakit tersebut sudah membaik,” ujar dia.
Penyebab Lama dan Sulitnya Pemadaman Api
Lebih lanjut ia mengatakan, terkait penyebab lama dan sulitnya pemadaman kebakaran pabrik triplek di Jalan Soekarno Hatta No. 505 Kota Bandung yang baru berhasil dipadamkan pada Rabu 26 Oktober 2022 pagi setelah hangus dilahap si jago merah selama lebih dari 37 jam.
Baca Juga: Mau Aktivitas di Luar Rumah, Warga Karawang Cek Dulu Ramalan Cuaca Kamis 27 Oktober 2022
Salah satu penyebab lamanya proses pemadamam kebakaran di pabrik triplek kemarin yakni, karena kondisi pabrik tergolong multi block, banyak bahan mudah terbakar.
Seperti bahan-bahan konduktor diantaranya; lem dan kardus.Bahkan, gudang triplek yang berukuran 2.000 meter² hampir 70 persen terisi bahan multi block, penuh sampai atap.
“Jadi membuat apinya itu awet. Kadang-kadang lapisan atasnya sudah padam, tapi lapisan bawahnya belum. Akibatnya api di pabrik triplek bisa menyala kembali,” kata dia.
Oleh sebab itu kata dia, Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung terus menyuplai air karena jika terlambat didinginkan, lapisan bawah yang masih panas itu akan menjadi api lagi.
Ia menambahkan, saat awal kejadian, pleton 2 yang ada di markas komando dan para UPT diturunkan karena kebakaran kali ini cukup sulit dipadamkan.
“Kalau kebakaran biasa, biasanya cukup UPT yang turun. Jadi kita bagi, ada yang jaga di kantor, ada yang turun ke lapangan. Tiap UPT kita bagi dua regu. Ketika teman-teman mulai kelelahan, diganti dengan yang baru,” tambah dia.
Berita Terkait
-
Penjelasan Diskar PB Kota Bandung terkait Sulitnya Pemadaman di Pabrik Triplek
-
Membara Selama 39 Jam, Petugas Damkar Akhirnya Bisa Padamkan Kebakaran Gudang Triplek di Bandung
-
Rumah Sakit di Kota Bandung Wajib Melaporkan Kasus Gagal Ginjal Akut ke Dinkes
-
Pemkot Bandung Bakal Kawal Peredaran Obat Sirup Bahaya di Kota Bandung
-
Pemkot Bandung Kucurkan Rp500 Juta untuk Pembentukan Kampung Siaga Bencana
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Pengakuan Laundry Tempat Cuci Kebutuhan Rumah Dinas Gubernur Kaltim
-
Serum Apa yang Bisa Mengurangi Garis Halus? Ini 5 Rekomendasinya untuk Usia 50-an
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Gerard Pique Dihukum Larangan Dua Bulan usai Ribut dengan Wasit
-
Kulit Kombinasi Cocok Pakai Cushion Apa? Ini 5 Pilihan agar Makeup Rapi dan Tak Luntur
-
Bakal Ikuti Jejak Ramadhan Sananta, Kapten Persita Muhammad Toha Diincar Klub Liga Malaysia
-
Pertamina Patra Niaga Apresiasi Pengungkapan Penyelewengan BBM Bersubsidi
-
Al dan Mulan Jameela Sudah Coba Tahan Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Bertubi-tubi, Berakhir Gagal