PURWASUKA--Yod Mintaraga, anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) berharap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar tidak lagi menambah tenaga honorer, salah satunya untuk tenaga pendidikan atau guru.
Sebab, jumlah honorer di Jawa Barat khususnya guru terus bertambah, dan setiap kali ada kesempatan pengangkatan atau pengadaan salah satunya menjadi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) acap kali menuai masalah yang tak ada ujungnya.
“Kami sangat berharap tenaga honorer, salah satunya untuk guru tidak bertambah lagi. Supaya masalah honorer di Jawa Barat ini berakhir. Kalau terus bertambah, dan setiap ada kesempatan pengangkatan jadi begini (menuai masalah),iya tak ada ujungnya seperti ini,” harap politisi senior asal Partai Golkar, Yod Mintaraga, Bandung, Selasa, 29 November 2022.
Penghapusan tenaga honorer di instansi pemerintah kata Yod Mintaraga akan berlaku mulai 28 November 2023. Hal tersebut tertuang dalam surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No.B/185/M.SM.02.03/2022 tanggal 31 Mei 2022.
“Mulai 2023 honorer harus sudah tidak ada. Sudah ada instruksi dari pemerintah pusat, tinggal dijalankan saja,” tegas dia.
Meskipun begitu, penghapusan honorer tersebut diharapkan tidak sampai menghilangkan pekerjaan dan pendapatan seseorang, khususnya untuk tenaga pendidikan alias guru.
Pihaknya sangat berharap penghapusan honorer dilakukan secara bertahap sebagaimana pengangkatan PPPK. Pengangkatan PPPK pun diharapkan jauh dari praktik KKN.
“Untuk honorer khususnya guru mudah-mudahan bisa diangkat jadi PPPK, meskipun pengangkatan guru PPPK dilakukan secara bertahap. Bagi yang sudah diangkat menjadi guru dengan status PPPK mudah-mudahan segera mendapatkan SK penempatan dan bisa mengabdi untuk pendidikan,” harap dia. ***
Berita Terkait
-
6.597 Guru Honorer Tak Bisa Jadi PPPK, Yod Mintaraga Menyarankan Hal Ini
-
6.597 Guru Honorer Tak Bisa Jadi PPPK di 2022, Begini Kata Politisi Golkar Yod Mintaraga
-
Tingginya Realisasi Investasi di Jabar Dikritik Yod Mintaraga, Gara-gara Tak Serap Tenaga Kerja
-
Nilai BPMU SMA/SMK Swasta dan MA Turun Begini Kata Yod Mintaraga
-
Yod Mintaraga Sebut BPMU MA Bakal Cair di 2023
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi