PURWASUKA - Masyarakat di Kabupaten Karawang mengaku merasakan rugi bila pemerintah memberlakukan larangan penjualan rokok batangan. Pasalnya banyak banyak kaum milenial rerata memilih membeli rokok secara batangan.
Hal ini diakui oleh seorang pemuda warga Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang yakni Dani (19). Dia mengaku bila kebijakan tersebut diberlakukan akan merugikan masyarakat kecil.
“Iya kalau itu diberlakukan kasian anak muda seperti saya yang kadang beli rokok ketengan,” ucapnya pada Rabu (28/12/2022).
Dia pun meminta pemerintah kembali mengkaji kebijakan tersebut. Pasalnya, banyak masyarakat kecil banyak yang membeli rokok ketengan karena harganya juga yang saat ini terlampau tinggi.
“Dikaji lagi harusnya, soalnya kebanyakan masyarakat bawah yang senang merokok dan biasanya belinya ketengan,” katanya.
Menurut Dani, bila kebijakan tersebut diberlakukan maka masyarakat kecil akan kesulitan membeli rokok. Selain itu juga akan berdampak pada penjualan rokok yang akan lesu.
“Ya kalau diberlakukan rokok tidak laku,” katanya mengutip dari Radarkarawang.id.
“Yang sering beli rokok itu tidak semua punya uang besar, kadang mereka ketengan belinya, jadi saya keberatan kalau itu diberlakukan, ” tambah Dani.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri mengatakan, pihaknya akan memberlakukan aturan tersebut bila memang sudah disahkan.
Baca Juga: Buntut Kasus Peluru Nyasar di Ngaglik, Seorang Anggota Polisi Dimutasi ke Mapolresta Sleman
Namun demikian, hingga kini belum ada regulasinya yang diterima Pemerintah Kabupaten Karawang.
"Nunggu dulu regulasinya belum nyampe pemda,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, larangan penjualan rokok batangan dilakukan dengan maksud untuk menjaga kesehatan masyarakat.
"Itu, kan untuk menjaga kesehatan masyarakat kita semuanya," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Skandal 'Absen Bodong' Guncang Brebes! 3.000 ASN Terancam Sanksi Berat, Pangkat Bisa Diturunkan
-
Makna di Balik Lagu Sederhana Sheila On 7: Validasi Cerita di Luar Sana Tentang Keseharian Personel
-
6 Jam Pelarian Menantu Sadis: Drama Penangkapan Pembunuh Mertua di Mojokerto
-
Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya
-
Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama WTA 1000 Roma
-
Bangkit dari Cedera Parah, Pemain Parma Siap Bawa Jepang Bersinar di Piala Dunia 2026
-
Liburan Tak Biasa di Jakarta: Sensasi Makan di Atas Katamaran Sambil Menyusuri Sungai Tahang
-
BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata
-
Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap