PURWASUKA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang diklaim telah menjadi salah satu rujukan di Provinsi Jawa Barat. Hal ini dikatakan Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana.
Cellica mengatakan, pihaknya terus meningkatkan sarana dan prasaran kesehatan untuk melayani masyarakat.
"Kami terus meningkatkan sarana prasarana dan fasilitas medis dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat," ujarnya, Rabu (11/1/2023).
Ia menyampaikan, kini RSUD Karawang resmi menyandang center of excellence, sebagai rumah sakit rujukan kanker, stroke, kulit, neurologi dan jantung Provinsi Jawa Barat.
Menurut dia, RSUD Karawang juga tengah mewujudkan daya saing SDM tenaga kesehatan.
Hal tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Dirjen Kemenkes, yakni menyekolahkan kembali para perawat, dokter dan tenaga kesehatan.
"Kami juga bekerja sama dengan rumah sakit lain maupun perguruan tinggi lain seperti UI, Unpad, Unhas, Unair, Unbraw, agar ada percepatan transformasi SDM. Sehingga bersinergi menghasilkan output yang mumpuni dan andal dalam penanganan medis," ucapnya melansir Antara.
Selanjutnya, kata dia, RSUD Karawang juga tengah mewujudkan tata kelola rumah sakit yang baik serta pelayanan publik terbaik, khususnya di bidang kesehatan.
Untuk mendorong itu semua, syarat akreditasi juga telah dan selalu dipenuhi.
Baca Juga: Datangi Rumah Kepala Satpol PP Bondowoso, Dua Pria Ngamuk Tempat Biliar Ditutup
Mulai dari perizinan, syarat dirut RSUD yang memiliki keahlian dan pengalaman di rumah sakit dan manajemen.
Selain itu, RSUD Karawang juga memiliki izin pengelolaan limbah B3, dan para tenaga kesehatan yang memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) serta pemenuhan sarana prasarana minimal 60 persen.
Sementara itu, beberapa hari sebelumnya, Tim Akreditasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) melakukan survei dan penilaian dalam akreditasi RSUD Karawang.
Akreditasi menjadi keharusan bagi sebuah rumah sakit setiap tiga tahun sekali sesuai dengan peraturan Kementerian Kesehatan dalam meningkatkan mutu tata kelola klinis dan rumah sakit.
Tag
Berita Terkait
-
Kenyamanan dan Kerapihan Pasar Proklamasi Rengasdengklok Karawang Bakal Ditingkatkan, Sekda Bilang Begini
-
Tok! Majelis Hakim PN Karawang Jatuhkan Vonis 15 Tahun Pada Terdakwa Pembunuhan Adik Ipar di Kolong Jembatan
-
Gegara Cuaca Ekstrem, Petani Garam di Karawang Terpaksa Beralih Profesi Demi Dapur Ngebul
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT
-
Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah