PURWASUKA –– Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat menyerahkan laporan interim hasil pemeriksaan kepatuhan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tahun anggaran 2021 sampai 2022 kepada Gubernur Ridwan Kamil.
Laporan interim kepatuhan yang diperiksa BPK Jawa Barat tersebut yaitu, kepatuhan atas belanja barang dan jasa, belanja hibah, modal gedung dan dan bangunan serta belanja modal jalan,irigasi dan jaringan tahun anggaran 2021 sampai 2022
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, temuan hasil pemeriksaan kepatuhan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang ditemukan BPK Jawa Barat banyak.
Temuan BPK Jawa Barat yang dimaksud dari hasil pemeriksaan kepatuhan atas belanja barang dan jasa, belanja hibah, modal gedung dan dan bangunan serta belanja modal jalan,irigasi dan jaringan tahun anggaran 2021 sampai 2022.
Meskipun banyak temuan, Ridwan Kamil mengaku bangga atas pencapaian Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berhasil menjadi provinsi yang nilai serapan APBD-nya sangat tinggi yakni, sampai 96 persen.
Bahkan kata Ridwan Kamil, ia mengklaim Jawa Barat menjadi provinsi paling tinggi serapan APBD-nya dibandingkan provinsi lainnya.
“Saya kira ini hal baik, karena Jabar tahun lalu (2022) tertinggi se Indonesia penyerapan APBD-nya sampai 96 persen, ini rekor dan juga sejarah,” kata dia, Bandung, Senin 16 Januari 2023.
Serapan APBD tinggi bagi gubernur Jabar dinilai sebagai bentuk keseriusan dalam merencanakan, membelanjakan dengan baik. Terkait temuan, pihaknya mengklaim sudah bekerjasama dengan Badan Pemeriksaan Keuangan untuk memastikan uang rayat sesuai dengan perencanaan dan berkualitas.
“Temuan lumayan banyak. (OPD mana yang paling banyak temuan), saya tak (melihat) spesifik ke satu dinas,” tambah dia.
Banyak temuan kata gubernur Jabar, kadang-kadang karena kurangnya dokumen. Pemerintah Provinsi Jabar tinggal melengkapi dokumen yang belum lengkapnya. Lagi pula masih ada waktu, dan hasil pemeriksaan ini belum final.
“Tidak spesifik kesatu dinas. Masih ada waktu (untuk melengkapinya). (Temuan) kadang-kadang hanya karena kurang dokumen, tinggal melengkapi, dan ini belum final,” tegas dia. ***
Berita Terkait
-
Alih-alih Dipuji, Ridwan Kamil Justru Dikritik Warganet Saat Unggah Soal Capaian Transformasi Digital Jawa Barat
-
Pembangunan dan Tata Ruang Selama Era Ridwan Kamil di Kota Bandung dan Jawa Barat Mandek
-
Heboh Pemprov Jabar Mengalokasikan Anggaran Buat Konten Masjid Al Jabbar Karya Ridwan Kamil Tembus Rp20 Miliar
-
Apindo Jabar Ancam Bakal Gugat Ridwan Kamil ke PTUN Terkait Keputusan Ini
-
Ridwan Kamil Bocorkan Bantuan untuk NU Sebetulnya Rp1,6 Triliun, Makin Tidak Jelas?
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Scaloni Waspadai Pertahanan Tanjung Verde Jelang Duel Babak 32 Besar
-
DFB Dekati Jurgen Klopp Usai Nagelsmann Tinggalkan Timnas Jerman
-
Timnas Indonesia Bidik Gelar AFF Pertama, Sumardji hingga Rayhan Hannan Kompak Tebar Optimisme
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu Divonis Seumur Hidup
-
Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda
-
Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax
-
Darurat Judi Online di Kabupaten Bogor, PCNU Deklarasikan 'Jihad Sosial' Bareng Bupati