/
Sabtu, 11 Februari 2023 | 11:17 WIB
Ilustrasi kasus stunting. (Freepik.com)

PURWASUKA - Angka kasus stunting di Kabupaten Karawang berhasil turun sebesar enam persen pada tahun 2022 menjadi 14 persen. Sebelumnya, pada tahun 2021 kasus stunting di angka 20,6 persen.

Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengatakan, menurunnya angka stunting di Karawang berkat sejumlah program yang digulirkan Pemkab. Salah satunya yakni program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS).

Lanjutnya, program ini yakni dengan memberikan pemenuhan nutrisi bagi bayi di bawah dua tahun (baduta), pembentukan tim percepatan penanganan stunting (TPPS).

Selain itu, upaya yang dilakukan Pemkab Karawang yakni dengan melakukan kampanye edukasi kepada pasangan yang mau menikah, yang sedang hamil dan orang tua yang memiliki anak di bawah dua tahun.

“Tentu menjadi PR bagi kita semua. Karena penanganan harus dilakukan secara pentahelix, semua pihak memiliki peran untuk menekan angka stunting, terutama masyarakat,” katanya pada Jumat, 10 Februari 2023.

Aep pun mengaku optimis di tahun 2023, Kabupaten Karawang bisa nol atau zero stunting.

“InsyaAllah, tahun ini akan kita fokuskan sampai angka stunting di Karawang bisa mencapai zero,” katanya mengutip dari Tvberita.co.id.

Ditambahkannya, menurunnya angka kasus stunting di Karawang berkat kerjasama semua pihak. Menurutnya, bila tidak ada sinergisitas antar semua pihak maka kasus stunting yang bisa menjadi masalah krusial ini tidak dapat ditangani.

“Tidak ada yang tidak mungkin jika kita semua mau bekerja. Karena stunting menjadi ancaman masa depan negara kita jika tak ditangani,” katanya.

Baca Juga: BMKG: 21 Wilayah di Jawa Barat Berpotensi Hujan Disertai Kilat dan Angin Kencang, Berikut Penjelasannya

Load More