PURWASUKA - Ratusan jemaah Pondok Pesantren Almuniriyah Pagaden, Kabupaten Subang mengalami keracunan massal usai menghadiri acara malam Nifsu Syaban pada Selasa, 7 Maret 2023.
Para korban ini keracunan usai menyantap makanan berupak nasi boks yang berasal dari panitia acara tersebut. Bahkan, ada tujuh korban harus mendapatkan perawatan medis akibat insiden ini.
Saat ini sejumlah korban keracunan ini kondisinya mulai membaik, pasca mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang hingga Rabu, 8 Maret 2023 sebanyak 214 orang memeriksa kesehatannya usai mengalami gejala keracunan.
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Maxi mengatakan, sebagian besar dari mereka yang mengalami gejala keracunan merasakan pusing, mual, diare hingga muntah usai menyantap makanan dalam acara tersebut.
Pihaknya menduga, gejala keracunan warga bersumber dari olahan daging yang terdapat dari makanan nasi boks yang disantap warga. Untuk memastikan hal tersebut, kata Maxi, tim Dinas Kesehatan sudah membawa sampel makanan untuk diperiksa di lab.
Sementara dari hasil pemeriksaan, sebagian besar mereka yang mengalami gejala keracunan terdapat peningkatan sel darah putih yang menandakan adanya bakteri yang bersumber dari makanan.
Dia berharap warga yang mengalami gejala keracunan tidak bertambah. Sementara mereka yang saat ini mendapat perawatan bisa segera pulih.
“Tim kami sudah menuju Desa Tanjung Kecamatan Cipunagara. Informasinya disitu disebutkan sebagai tempat memasak. Sementara bumbunya didatangkan dari Haurgeulis Indramayu. Kita sudah ambil sampelnya. Mudah-mudahan kita bisa segera tahu kandungan apa sih yang ada di makanan tersebut,” kata Maxi melansir dari Jabarnews.com.
Baca Juga: Aksi NCT Dream saat Ketemu Pak Muh Bikin Trending: Salimnya Kayak Lagi Main ke Rumah Temen
Masih menurut Maxi, perawatan para korban keracunan tak dipungut biaya alias gratis. Menurutnya, bagi warga yang mengalami gejala keracunan tinggal datang saja ke pos pelayanan kesehatan yang tersedia.
“Kami sudah umumkan kepada para kepala puskesmas, jika ada warga yang mengalami gejala keracunan usai menghadiri acara tersebut agar segera dilayani dan tidak dipungut biaya alias gratis,” katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Maeve Glass Emak-emak yang Kini Jadi Bagian dari Timnas Indonesia, Rekam Jejaknya Luar Biasa
-
Pelangi di Mars, Film Anak yang Tak Sekadar Menghibur tapi Menyalakan Imajinasi
-
5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang
-
5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran
-
Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Viral Guru Ngaji Banting Murid di Probolinggo, Buntut Mobil Tergores Sepeda
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan
-
Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas