PURWASUKA - Jelang peringatan HUT RI ke-78 penjual bendera mulai menjamur di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Dalam moment peringatan Kemerdekaan RI ke-78 dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk menjual pernak-pernik atau bendera merah putih, banyak masyarakat yang menjadi pedagang bendera dadakan yang berjualan dii pinggir jalan.
Seperti yang dilakukan oleh Ika warga Cipaisan, Purwakarta. Ia yang sehari-hari berjualan kopi di Pasar Senen Purwakarta, beralih profesi jadi pedagang bendera dadakan, ia katakan kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahunnya.
"Tiap tahun setiap mau agustusan, kalo sehari-hari mah dagang kopi di pasar Senen, ya karena udah tiap tahun jadi asik aja jualan bendera," ujar Ika ditemui di lapak jualannya, Pada Jumat, 4 Agustus 2023.
Ika menjajakan bendera dagangannya di jalan utama non tol Jakarta-Bandung tepatnya di Jalan Ahmad Yani, Cipaisan, Purwakarta.
Berbagai jenis dan ukuran bendera ia pasang di tali yang ia bentangkan, dengan tujuan agar calon pembeli bisa melihat jenis bendara apa saja yang ia jual. Ia tidak sendirian, di jalur itu banyak seki pedagang bendera dadakan yang juga berjualan bendera.
Ketika ditanya kenapa memilih beralih profesi berjualan bendera dadakan di banding jualan kopi, ika berseloroh mengatakan jualan bendera lebih menggiurkan dibanding berjualan kopi.
"Jauh berbeda omset jualan kopi dan bendera, sekarang paling (omset) 800 ribu sehari, sekarang-sekarang, kemarin mah masih kurang, biasanya tahun lalu bisa sampai jutaan," kata Ika.
Ika menyebutkan, berjualan bendera hanya sementara, sejak akhir bulan Juli lalu hingga nanti jelang hari H peringatan kemerdekaan. Dagangannya tidak pernah ia bereskan, jadi akan terus di lokasi yang sama siang malam.
Baca Juga: Alasan Keluarga Minta Kasus Bripda IDF Ditarik ke Bareskrim, Ada Apa dengan Polres Bogor?
"Paling sampai tanggal 16 Agustus nanti," pungkasnya.
Sementara Dendi salah satu pembeli mengatakan, ia membeli bendera ukuran besar untuk di pasang di kantornya, sedangka bendera kecil masih tersedia.
"Ini tinggal yang besarnya baru beli (bendera) karena yang kemarin udah rusak, yang kecil mah masih ada. Kita pasang sampai 10 bendera di kantor," ucap Dendi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
6 Sandal Crocs yang Diskon di Sports Station, Hemat Sampai 50% Selama Ramadan
-
Shin Ye Eun Berpotensi Bintangi Drama Adaptasi Webtoon 'High School Queen'
-
IHSG Loyo, Kapitalisasi BEI Merosot 1,03% Pekan Ini, Jadi Rp 14.787 triliun
-
Debat ICW vs Politisi Muda: Soroti Larangan Pebisnis Ekstraktif Duduk di Legislatif
-
Mudik Gratis 2026 di Kalimantan Barat, 33 Bus Siap Layani 12 Rute Perjalanan dari Pontianak
-
5 Takjil Nangka Manis dan Segar untuk Berbuka Puasa
-
Ali Khamenei Gugur, Iran Tetapkan Otoritas Kepemimpinan Sementara
-
Cap Go Meh dan Ramadan di Makassar Jadi Simbol Toleransi
-
Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi
-
Berapa Nisab dan Haul Zakat Mal 2026? Ini Perhitungannya