PURWOKERTO.SUARA.COM, Di tengah pembukaan destinasi wisata pasca pendemi yang mulai mereda beragam tempat wisata jadi jujukan untuk menghabiskan akhir pekan guna mengobati kepenatan selama masa pandemi. Wisata alam buatan maupun sentra kuliner mulai ramai dan sesak dengan hiruk pikuk pengunjung yang berdatangan untuk mengobati kerinduan untuk liburan.
Kondisi tersebut juga terjadi di Jawa Timur yang memiliki beragam destinasi wisata lengkap. Saking lengkapnya, ada banyak konsep wisata tak lazim yang bisa dikunjungi saat berada di Jawa Timur. Konsep wisata santet menjadi satu diantara paradigma destinasi yang anti mainstream pada masa kini.
Jika Cirebon memiliki museum unik berbau mistis yang bernama Museum Santet.
Surabaya pun tak ketinggalan dengan kepemilikan Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH. Keduanya memiliki konsep yang sama untuk mengenalkan mereka yang tak kasat mata.
Terletak di Jalan Indrapura 17, Kota Surabaya. Di dalam museum ini terdapat banyak koleksi mistis seperti tali pocong, susuk, tanah kuburan, sampai dengan peralatan lainnya yang berhubungan dengan santet.
Selain itu terdapat juga dua boneka jelangkung dengan mengenakan baju tidur warna putih, ijuk, serta paku bengkok yang konon katanya di keluarkan dari tubuh manusia. Konsep wisata di atas tentu merupakan buatan manusia.
Namun jangan salah, Jawa Timur juga masih menyimpan beragam destinasi wisata santet alami yang tentunya bisa dikulik dan dikunjungi sebagai jujugan ketika memilih berpergian kesini. Tentu lokasi berikut ini bisa anda kunjungi dengan pendampingan dari sang ahli, sebab tanpa pengawasan, khawatirnya malah justru tersasar.
1. Alas Purwo
terletak di ujung tenggara Pulau Jawa. Tepatnya di Kecamatan Tegaldimo dan Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur. Alas Purwo telah lama jadi salah satu pesona wisata unggulan Banyuwangi. Tempat ini identik sebagai tempat yang angker, mistis, dan penuh misteri. Pasalnya, kawasan ini konon adalah tanah tertua di Pulau Jawa dan memiliki luas mencapai 44.037 hektar.
Alas Purwo juga kerap dijadikan tempat beragam ritual, tidak sedikit oknum yang datang sering memanfaatkan sebagai tempat pesugihan, pengasihan dan ritual santet bagi mereka yang kerap kali memilih jalan pintas. Konon hutan itu sering digunakan untuk mencari wangsit atau ilmu hitam. Maka, tidaklah mengherankan di hutan Alas Purwo Banyuwangi, ditemukan berbagai jenis mahluk gaib dengan bentuk tidak lazim.
Baca Juga: Pembawa Pedang saat Kerusuhan Babarsari Serahkan Diri ke Polda DIY, 1 Pelaku Masih Buron
Banyaknya nilai mistis yang ada di TN Alas Purwo, membuat tempat ini layak dikunjungi bagi wisatawan yang memang memiliki keingintahuan dialam lain utamanya bagi merekan yang ingin memperbanyak acuan literature dalam dunia persantetan.
terletak 12 km arah selatan Kota Ngawi, tepatnya di Desa Babatan Kecamatan Paron. Luas Alas Ketonggo sendiri kurang lebih 4.846 M2. Alas Ketonggo merupakan salah satu alas wingit yang ada di tanah jawa. Sebenarnya Alas Porwo dan Alas Ketonggo adalah pasangan. Alas Purwo disebut sebagai Bapak, sedangkan Alas Ketonggo disebut sebagai Ibu.
Masyarakat di Alas Ketonggo menyebut ada lebih dari 10 pertapan yang ada diwilayah tersebut, mulai Palenggahan Ageng Srigati, Pundhen Watu Dhakon, Pundhen Tugu Mas, Umbul Jambe, Pundhen Siti Hinggil, Kali Tempur Sedalem, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sendang Mintowiji, Kori Gapit dan Pesanggarahan Soekarno. Tentu dari banyaknya pertapan itu selalu ada saja yang menyalahgunakan untuk mendapatkan ilmu santet.
Alas ini pun seolah tak bisa dipisahkan dengan Gunung Lawu. Bahkan, hutan itu dipercaya sebagai gerbang alam gaib Gunung Lawu. Palereman Alas Ketonggo Srigati Ngawi yang rame pengunjung dikenal sebagai wisata spiritual pintu gerbang menuju alam gaib Gunung Lawu. Untuk itu, sebagai wisatawan yang ingin lebih mengenal persantetan, sudah seyogyanya melakukan kunjungan lebih lanjut mengenai alas ini sebagai alternatif pilihan wisata.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta