/
Rabu, 20 Juli 2022 | 22:27 WIB
d0c81011-4e1c-40d1-bfad-3918b5bd5504

PURWOKERTO.SUARA.COM, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Jawa Tengah bukan hanya memberikan pendidikan gratis bagi siswa kurang mampu, tapi juga mencetak lulusan yang kompetitif. 

Rizki Indra Pratama misalnya, ia sukses bekerja di Jepang.

Rizki Indra Pratama merupakan lulusan angkatan 2 SMKN Jateng kampus Pati, dari Desa Keser RT 004 RW 002 Tunjungan, Kabupaten Blora.

Selepas lulus  pada 2018, dia berhasil diterima bekerja pada perusahaan yang bergerak bidang pengecatan AC di Jepang.

"Saya bekerja di Jepang bidang pengecatan AC rumah, AC pabrik, dan juga AC kapal,” ujarnya, Selasa (19/7/2022).

Putra dari pasangan Joko Eko Supriyanto dan Lestari itu sudah 3,5 tahun bekerja di Jepang. Dari hasil jerih payahnya, ia sudah mampu mengubah kondisi ekonomi keluargnya.

Ia mengaku bisa memberikan modal orang tua untuk berdagang, sehingga memberikan pemasukan yang jelas bagi mereka. Ia juga telah membelikan mobil orang tua dan juga sepeda motor untuk adiknya yang masih sekolah.

"Ada juga tanah untuk investasi masa depan, dan menabung buat buka usaha sepulang dari Jepang nantinya,”  ungkapnya.

Bagi Rizki, SMKN Jawa Tengah memberikan banyak pelajaran, terutama kedisiplinan. 

Baca Juga: Es Krim Vanila Haagen-Dazs Ditarik dari Pasar karena Mengandung Etilon Oksida

Selain itu, keberadaan sekolah itu membantu siswa kurang mampu dalam meraih cita-citanya, mengingat bersekolah di sana tidak dipungut biaya sepeser pun, termasuk asrama, makan, dan perlengkapan alat sekolah.

Ia mengaku masuk SMKN Jateng tahun 2015. Saat itu keadaan ekonomi keluarganya yang kurang baik. 

Ayahnya hanya bekerja sabagai tukang ojek yang penghasilannya tergolong rendah dan tak menentu. Sementara ibunya hanya ibu rumah tangga. 


Cerita kesuksesan juga disampaikan Dwi Angga Setiawan, lulusan SMKN Jateng kampus Semarang. Putra pasangan dari Tarudi dan Ramijah tersebut juga diterima bekerja di Jepang.

Bahkan saat ini ia mendapat gaji Rp16 juta per bulan.

“Saya alumni waktu itu lulus tahun 2018, dan Alhamdulillah setelah lulus saya bekerja di Jepang sebagai operator CNC. Awalmya ada lowongan pemagangan ke Jepang, saya minat dan mendaftar. Alhamdulillah saya berhasil keterima. Sekarang saya bekerja di Jepang dengan gaji Rp16 juta per bulan,” terangnya.

Load More