/
Senin, 01 Agustus 2022 | 09:09 WIB
Kantor Kesehatan Haji Indonsia (KKHI) di Arab Saudi. (Foto: Kemenag)

PURWOKERTO.SUARA.COM, JAKARTA - Sebanyak 81 orang jemaah haji Indonesia meninggal dunia dalam Ibadah Haji tahun 2022. Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah mencatat, sebagian besar disebabkan oleh penyakit cardiovascular.

"Penyebab terbesar jamaah meninggal adalah cardiovascular," kata Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Mekkah, Muhammad Imran di Mekkah, Minggu (31/7/2022) dikutip dari ANTARA. 

Ia menjabarkan, dari 81 haji yang meninggal dunia, sebanyak 45 disebabkan oleh cardiovascular, 15 orang syok atau penyebab lainnya, dan 21 karena penyakit terkait pernapasan.

Imran melanjutkan, meninggalnya jamaah itu setelah puncak haji di Arafah, Muzdhalifah, dan Mina (Armuzna) meningkat karena dipicu kelelahan.

"Memang lebih tinggi dari sebelum Armuzna disebabkan karena kelelahan yang cukup tinggi terutama pada saat Armuzna sehingga menyebabkan jamaah yang punya komorbid terkontrol karena kelelahan harus menjalani perawatan di RS termasuk KKHI," jelasnya.

Imran menerangkan, kematian jamaah haji karena kelelahan dan dehidrasi. Sebab, cardiovascular bukan hanya karena seseorang punya penyakit komorbid, seperti jantung, diabetes, dan hipertensi, melainkan bisa juga tanpa komorbid tapi karena kelelahan dan juga mungkin usia sehingga mudah terkena serangan jantung.

Sebelumnya, Pusat Kesehatan Haji Indonesia menargetkan penurunan angka kematian jamaah haji Indonesia di bawah dua per mil. 

Imran menjelaskan, saat ini sebanyak 23 haji dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi dan 10 orang dirawat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah. (Arif KF)

Baca Juga: Tak Lagi Menjabat Kasatgasus, Irjen Pol Ferdy Sambo Tak Bisa Intervensi Kasus Brigadir J

Load More