PURWOKERTO.SUARA.COM, Menjadi jenderal adalah impian setiap polisi. Dari situ, ia bisa menduduki berbagai jabatan strategis, dari Kapolda hingga Kapolri di pucuk pimpinan tertinggi. Berbagai fasilitas mewah dan penghormatan lebih sudah pasti didapatkan.
Orang yang berada di posisi nyaman itu tentunya sulit meninggalkan. Namun tidak bagi jenderal satu ini. Irjen Pol (Purn) Umar Septono, mantan Kapolda Sulawesi Selatan. Jenderal teladan itu punya pendirian teguh hingga rela memertaruhkan pangkat dan jabatannya untuk memertahankan prinsipnya.
Saat masih menjabat Kapolda, ia kerap memberikan contoh kepada bawahannya. Di antara keteladanan yang ia berikan, adalah ketepatannya menjalankan salat lima waktu berjamaah.
“Salat lima waktu harus di awal waktu, saf depan paling kanan, itu harga mati,”katanya
Perihal perintah Tuhan itu, ia enggan kompromi. Sesibuk apapun menjalankan tugas, ia harus menghentikannya ketika panggilan Tuhan berkumandang. Bahkan dalam rapat penting, tak pandang siap yang memimpin rapat itu, ia harus meninggalkan jika waktu salat sudah datang.
“Dunia saya pertaruhkan, pangkat, jabatan ini,”katanya
Bahkan dalam sebuah pidatonya, seandainya ia diberi pilihan antara jabatan Kapolda dengan meninggalkan salat lima waktu untuk alasan tugas, ia dengan tegas memilih melepas jabatan duniawi itu. Ia rela dicopot demi memertahankan agamanya.
“(jika diberi pilihan), kamu pilih Kapolda atau tinggalkan salat, saya akan tinggalkan ini (tongkat komando), saya lepas pangkat jabatan saya. Kita harus (berani) pertaruhkan dunia untuk akhirat,”katanya
Bukan hanya soal ibadah, Irjen Pol Umar juga jadi panutan dalam hal berhubungan dengan sesama manusia. Dia tak segan mencium tangan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ditemuinya di jalan usai memberinya makan.
Baca Juga: Klarifikasi Laudya Cynthia Bella soal Kabar Dinikahi Pangeran Arab
Ia juga pernah mencium tangan anggotanya yang mengalami kebutaan. Umar juga kerap kepergok memunguti sampah di jalan, hingga menata kursi untuk pelayat di rumah duka seperti dilakukan warga biasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal