PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS- Perbuatan TP (51), warga Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah sudah kelewat batas. Ia tega "menjual" istrinya kepada lelaki hidung belang.
Parahnya, motif pelaku menjual istrinya bukan untuk meraup uang. Ia melakukannya diduga untuk kepuasan seksual. Jika benar, ini sungguh aneh, bagaimana seorang puas secara seksual ketika melihat pasangannya bersetubuh dengan orang lain. Bagaimana tidak, ketika istri dan lelaki hidung belang berhubungan di kamar rumah, pelaku mengintip dari balik pintu atau bahkan dari plafon rumah.
Pelaku sehari-hari bekerja sebagai pedagang handphone secara online. Secara ekonomi, ia tidak hidup dalam kekurangan.
Polisi yang menyelidiki kasus ini menduga pelaku memiliki kelainan pada perilaku seksualnya. Namun hal ini masih didalami melalui keterangan ahli.
Tindakan menjual istri kali ini rupanya bukanlah yang pertama. Istri pertama pelaku juga diperlakukan sama. Bahkan, istri pelaku yang pertama dibakar oleh pelaku hingga mengalami cacat permanen. Ia dibakar karena menolak kehendak pelaku. Namun istri pertama tak melaporkan perilaku bejat suaminya.
Berbeda dengan istri kedua. Meski diancam dengan penganiayaan dan bahkan pembunuhan, ia nekat melapor karena sudahtak tahan. Ia dipaksa melayani tiga lelaki hidung belang pada tahun 2021.
Setelah menerima laporan, Polresta Banyumas menyelidiki kasus ini. Namun ketika mau memeriksa pelaku, pelaku ternyata kabur ke luar kota.
Hasil penelusuran jejak pelaku, polisi menemukan keberadaan pelaku di Yogyakarta. Polisi pun berhasil menangkap pelaku di Yogyakarta.
"Pelaku ini, dia melakukan tindakan fisik kekerasan seksual kepada istrinya sendiri dimana istrinya disuruh berhubungan badan dengan lelaki lain. Yang mencari (klien) suaminya sendiri," kata Kasatreskrim Polresta Banyumas, Kompol Agus Supriadi kepada wartawan, Senin 8 Agustus 2022.
Baca Juga: Ibu Perlu Tahu Pentingnya Menyusui Anak, Berikut Penjelasannya
Pelaku tertangkap pada tanggal 1 Agustus 2022 setelah kabur selama tiga bulan dari tanggal 24 Mei 2022. Dirinya kabur setelah menganiaya istrinya karena menolak melayani pelanggan hingga harus dirawat di rumah sakit.
"Pelaku berhasil diamankan di wilayah Yogyakarta. Kita tentunya melakukan proses hukum yang berlaku," terangnya.
Ditawarkan ke Orang Dekat
Berdasarkan pengakuan korban, pelaku diberi sejumlah uang usai berhubungan badan. Namun keterangan tersangka masih berubah-ubah menyoal harga yang diberikan kepada kliennya.
"Pelaku menjual langsung istrinya tidak melalui aplikasi. Jadi berhubungan seksual di rumah. Yang ditawarkan orang yang dekat atau mengenal dengan tersangka. Jadi istrinya sempat dikasih uang Rp 100 ribu oleh suaminya," jelasnya.
Sebenarnya, istri pelaku menolak. Karena diancam dengan dipukul bahkan sampai dibunuh akhirnya korban terpaksa menuruti kemauan pelaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Estetika Visual atau Trik Bisnis? Membongkar Praktik Shrinkflation di Balik Porsi Mini Kafe Viral
-
Nasib Gen Z di Jalur Gaza, Sarjana Pengangguran Bergantung Hidup dari Bantuan Kemanusiaan
-
Sudah Lama Dinanti, Peserta Sambut Antusias Turnamen Sepak Bola Bergengsi di Tangerang
-
Review ANTA PG7 Travel 2: Sepatu Lari Murah Teknologi 'Dewa', Nyaman Buat Daily Run?
-
Bullet Train Explosion: Ketika Shinkansen Berpacu Melawan Bom dan Waktu
-
Gianni Infantino Murka, Tuding Kritikus FIFA Sebarkan Kebencian
-
Sungai Musi dan Jejak Batu Bara: Ketika Jalur Logistik Bertemu Krisis Ekologi
-
Jepang Gempa Bumi Besar 7,1 Magnitudo, Ada Peringatan Tsunami
-
Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Transaksi Rp23 Triliun
-
Survei SMRC: Popularitas MBG Tinggi, Tapi Kepuasan Publik Merosot