PURWOKERTO.SUARA.COM, SOLO- Masyarakat di wilayah Solo dan sekitarnya sudah tak asing dengan Sepur Kluthuk Jaladara tentunya. Sepur Kluthuk Jaladara merupakan kereta uap yang digunakan sebagai kereta wisata. Rutenya menyusuri rel di sepanjang Jalan Slamet Riyadi Solo. Kereta wisata ini diresmikan penggunaanya oleh Menteri Perhubungan, Jusman Syafi’i Djamal pada tanggal 27 September 2009 saat Joko Widodo masih menjabat sebagai Walikota Solo.
Kereta uap ini sudah beroperasi sebagai kereta wisata selama lebih dari 12 tahun. Kereta uap ini telah menjadi ikon pariwisata Kota Solo. Hampir setiap minggu, kereta ini membawa wisatawan yang berasal dari dalam daerah maupun luar daerah Kota Solo.
Kereta ini menempuh jarak sejauh 5,6 kilometer dari Stasiun Purwosari hingga Stasiun Solo Kota di Kelurahan Sangkrah, Pasar Kliwon. Kemudian di sepanjang perjalanan, kereta uap ini akan berhenti di dua lokasi yaitu di depan pintu masuk Kampung Batik Kauman Solo dan rumah dinas Walikota Solo dan sejumlah tempat wisata lainnya.
Pada mulanya, Sepur Kluthuk Jaladara ini beroperasi menggunakan Lokomotif Uap C1218 buatan Jerman pada tahun 1896. Kemudian, pada 6 Februari 2020, lokomotif tersebut diganti dengan menggunakan Lokomotif Uap D1410 buatan Jerman pada tahun 1921.
Sepur Kluthuk Jaladara hanya bisa melayani rombongan dengan menggunakan sistem carter dengan tarif sebesar Rp3.500.000,00 (tiga juta lima ratus ribu rupiah) untuk sekali trip selama tiga jam. Biaya tarif yang dibayarkan ini digunakan untuk bahan bakar berupa kayu jati serta operasional masinis dan asisten masinis.
Bagi warga yang tertarik menaiki kereta ini bisa dengan memanfaatkan layanan carter Sepur Kluthuk Jaladara, dengan melakukan reservasi melalui nomor telepon 0856 4200 5156 (Indri). Pemerintah Kota Solo mempunyai harapan dalam pengoperasian kereta uap ini, yaitu bisa semakin menggeliatkan sektor pariwisata Kota Solo yang sempat vakum akibat dari pandemi Covid-19. (Pemkot Surakarta)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba