/
Kamis, 11 Agustus 2022 | 19:35 WIB
Sepur Kluthuk

PURWOKERTO.SUARA.COM, SOLO- Masyarakat di wilayah Solo dan sekitarnya sudah tak asing dengan Sepur Kluthuk Jaladara tentunya. Sepur Kluthuk Jaladara merupakan  kereta uap yang digunakan sebagai kereta wisata. Rutenya  menyusuri rel di sepanjang Jalan Slamet Riyadi Solo. Kereta wisata ini diresmikan penggunaanya oleh Menteri Perhubungan, Jusman Syafi’i Djamal pada tanggal 27 September 2009 saat Joko Widodo masih  menjabat sebagai Walikota Solo. 

Kereta uap ini sudah beroperasi sebagai kereta wisata selama lebih dari 12 tahun. Kereta uap ini telah menjadi ikon pariwisata Kota Solo. Hampir setiap minggu, kereta ini membawa wisatawan yang berasal dari dalam daerah maupun luar daerah Kota Solo. 

Kereta ini menempuh jarak sejauh 5,6 kilometer dari Stasiun Purwosari hingga Stasiun Solo Kota di Kelurahan Sangkrah, Pasar Kliwon. Kemudian di sepanjang perjalanan, kereta uap ini akan berhenti di dua lokasi yaitu di depan pintu masuk Kampung Batik Kauman Solo dan rumah dinas Walikota Solo dan sejumlah tempat wisata lainnya. 

Pada mulanya, Sepur Kluthuk Jaladara ini beroperasi menggunakan Lokomotif Uap C1218 buatan Jerman pada tahun 1896. Kemudian, pada 6 Februari 2020, lokomotif tersebut diganti dengan menggunakan Lokomotif Uap D1410 buatan Jerman pada tahun 1921. 

Sepur Kluthuk Jaladara hanya bisa melayani rombongan dengan menggunakan sistem carter dengan tarif sebesar Rp3.500.000,00 (tiga juta lima ratus ribu rupiah) untuk sekali trip selama tiga jam. Biaya tarif yang dibayarkan ini digunakan untuk bahan bakar berupa kayu jati serta operasional masinis dan asisten masinis. 

Bagi warga yang tertarik menaiki kereta ini bisa dengan memanfaatkan layanan carter Sepur Kluthuk Jaladara, dengan melakukan reservasi melalui nomor telepon 0856 4200 5156 (Indri). Pemerintah Kota Solo mempunyai harapan dalam pengoperasian kereta uap ini, yaitu bisa semakin menggeliatkan sektor pariwisata Kota Solo yang sempat vakum akibat dari pandemi Covid-19. (Pemkot Surakarta)

Load More