PURWOKERTO.SUARA.COM, BOGOR - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan agar produsen kendaraan listrik dalam negeri membuat strategi untuk mencapai target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“Manufaktur kendaraan listrik dalam negeri, harus mulai membuat strategi agar bisa mencapai peta jalan (roadmap),” kata Kepala Pusat Riset dan Konservasi Energi BRIN Cuk Supriyadi Ali di Kawasan Industri Branta Mulia, Citeureup, Bogor, Kamis yang dikutip dari Antara.
Diketahui, pemerintah telah menetapkan nilai TKDN minimal 40 persen untuk kendaraan listrik roda dua pada 2019 hingga 2023 dan minimal 40 persen untuk kendaraan listrik roda empat pada 2022 hingga 2023.
Supriyadi menjelaskan, produsen juga perlu memperhatikan minimal persentase TKDN agar bisa mendapatkan insentif-insentif yang disediakan oleh pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh salah satu produsen dalam negeri, yaitu United E-Motor. Produk tersebut berhasil mengubah lini produksi sepeda konvensional menjadi motor listrik. Produsen itu juga mengklaim pihaknya telah memenuhi target TKDN sebesar 40 persen.
“Walaupun nanti pekerjaan rumah (PR) dari inovasinya masih perlu ditingkatkan, ada BRIN. Menurut arahan kepala BRIN, inovasi ini memang harus dibentuk melalui ekosistem risetnya, jadi di BRIN akan melihat kebutuhan-kebutuhan dari industri," ungkap Supriyadi.
Menurutnya, nanti pihak United ingin improve dari sisi apa, dikarenakan BRIN akan memfasilitasi dari SDM dan fasilitas sehingga United tidak terbebani dari sisi R&D-nya.
Menurut Peraturan Menteri Perindustrian No. 6 Tahun 2022, komponen utama kendaraan listrik memiliki bobot sebesar 30 persen dari keseluruhan nilai TKDN untuk tahun 2020-2023, sementara komponen pendukung diperhitungkan sebesar 10 persen, aspek perakitan sebesar 20 persen (2020-2023), serta aspek pengembangan (R&D) sebesar 20 persen.
Khusus untuk TKDN motor listrik pada 2024, komponen utama rangka atau bodi diperhitungkan sebesar 11 persen, baterai diperhitungkan sebesar 35 persen, dan sistem penggerak motor listrik diperhitungkan sebesar 12 persen dari nilai TKDN.
Baca Juga: Jangan Sepelekan Sakit Kepala Saat Bangun Tidur, Ini Penyebabnya
Mengingat aspek penelitian dan pengembangan (research and development) juga masuk sebagai syarat TKDN, Supriyadi mengatakan manufaktur dalam negeri harus melakukan riset sendiri atau bekerjasama dengan lembaga lain seperti BRIN.
"Sinergi antara produsen dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga menjadi penting. Diharapkan dukungan riset yang didorong oleh pemerintah dapat meningkatkan kemampuan industri dalam negeri sehingga menghasilkan produk berkualitas yang tidak kalah bersaing dengan produk luar negeri," pungkas Supriyadi. (Arif KF)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia
-
Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun
-
Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini
-
Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!