PURWOKERTO.SUARA.COM - Hidup manusia sangat bergantung dengan ekosistem alam yang baik. Menjaga ekosistem dalam waktu jangka panjang sangat diperlukan pada era ini. Pasalnya masyarakat Indonesia masih memiliki kesadaran yang minim dalam hal mengolah sampah.
Dilansir ANTARA, Sustainability Director dari Responsible Care Indonesia Hanggara Sukandar dalam siaran pers pada Jumat mengatakan Perilaku lama dalam pengelolaan sampah yaitu kumpul, angkut, dan buang terbukti tidak menyelesaikan sampah secara komprehensif.
Alih-alih hanya dikumpulkan dan dibuang, kini pengelolaan sampah didorong dilakukan dengan prinsip 3R yakni reduce, reuse, recycle. Hanggara mengatakan upaya untuk mengajak masyarakat, produsen, konsumen, asosiasi, dan pemerintah untuk mengkampanyekan kegiatan daur ulang.
Khususnya sampah plastik perlu terus dilakukan, salah satunya melalui Yok Yok Ayok Daur Ulang sebagai program advokasi dan edukasi daur ulang sampah plastik yang diinisiasi oleh PT Trinseo Materials Indonesia.
Kata Hanggara Sosialisasi dan edukasi perlu terus dijalankan untuk memudahkan setiap pihak dalam menjalankan fungsinya sesuai porsi masing-masing.
Proses pengelolaan sampah dari hulu ke hilir selalu dihadapkan dengan tantangan-tantangan yang timbul dalam pelaksanaannya.
Namun demikian, teknologi yang terus berkembang sudah memungkinkan proses daur ulang terhadap jenis-jenis plastik yang hingga saat ini dianggap sulit untuk diproses, seperti salah satunya plastik jenis PS atau polistirena.
Melalui proses yang disebut depolymerization (depolimerisasi), setiap produk dengan bahan utama polistirena akan mampu didaur ulang menjadi bahan bakunya kembali.
Dalam menyikapi permasalahan sampah yang kompleks, tentu dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Termasuk produsen, pelaku daur ulang, hingga pemerintah.* (ANIK AS)
Baca Juga: Kisah Jenderal Miskin Hoegeng, Larang Anaknya Perintah Ajudan dan Pakai Fasilitas Negara
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
3 Zodiak Paling Beruntung Finansial Hari Ini 21 Agustus: Rezeki Melimpah Datang
-
Ditemani Anggun, Penampilan Mewah Rossa Kenakan Gaun Bernuansa Champagne Curi Perhatian
-
Ancaman Trump ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia
-
Jumlah Pengungsi Gempa NTT Terus Naik, Sudah Capai 92.735 Orang
-
4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
-
The Fantastic Four: First Steps, Fondasi Baru Menuju Konflik Besar MCU
-
Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Capai 16 Juta Orang
-
Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka