/
Rabu, 07 September 2022 | 08:18 WIB
Satu di antara spot yang ditawarkan D'las Serang Purbalingga ialah menikmati usara sejuk berlatar pemandangan Gunung Slamet. (Instagram DLas Serang)

PURBALINGGA.SUARA.COM, PURBALINGGA - Jika ada desa wisata di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah yang sukses mengembangkan wahana wisata hingga mendatangkan pundi-pundi keuntungan miliaran, maka desa itu Desa Serang. Bagaimana tidak, melalui wisata Lembah Asri atau D'Las Serang, desa ini meraup pendapatan Rp 3,5 miliar dalam enam bulan dan menargetkan Rp 7 miliar hingga akhir tahun nanti.

Pada semester ini jumlah pengunjung mencapai 500 ribu wisatawan, naik dua kali lipat dari semester yang sama tahun 2021. Ini tak lepas dari momentum melandainya pandemi Covid-19.

Usai pembatasan kegiatan masyarakat dicabut, warga ramai-ramai berwisata untuk melepas kejenuhan. Pada saat yang sama, D'Las menyiapkan berbagai wahana baru sehingga sukses menyedot kunjungan wisata.

"Objek wisata di D’las ada wahana sepeda air, Dino Land, kolam renang, kebun strawberry petik sendiri. Kami juga sekarang sedang mengembangkan wahana baru yakni mini zoo yang nantinya akan diisi dengan berbagai satwa, seperti Alpaka, Kasuari, Merak dan Kuda mini,”  ujar Lilis, sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Serang, Karangreja, Purbalingga.

Selainitu, D'Las juga menerapkan strategi pemasaran dengan cara memberikan cashback bagi rombongan dengan jumlah lebih 50 orang. Biasanya rombongan anak-anak sekolah dari Paud, TK dan SD yang datang dalam rombongan.

Tiket masuk D''Las dibandrol Rp 10 ribu. Kemudian untuk memasuki wahana ke sepeda air, Dino Land dan kolam renang sebesar Rp 10 ribu. Wahana stroberi petik sendiri dan kuda pustaka sebesar Rp 15 ribu dan ATV bike sebesar Rp 20 ribu.

Untuk kenyamanan wisatawan, D’las sedang  mengembangkan pelebaran area parkir. Sehingga para pengunjung tak perlu pusing memarkirkan kendaraannya. 

Load More