/
Minggu, 18 September 2022 | 19:56 WIB
Ganjar Pranowo bersama keluarga eks napi teroris (Pemprov Jateng)

PURWOKERTO.SUARA.COM, SEMARANG-Eks narapidana dan keluarganya perlu mendapatkan perhatian dan pendampingan. Ini agar mereka bisa menatap masa depan yang baru, tanpa harus kembali ke dunia yang bisa membawanya lagi ke penjara. 

Masalahnya, stigma yang kuat terhadap eks narapidana membuat mereka dan keluarganya sulit berinteraksi sosial, termasuk mendapatkan pekerjaan. Lebih-lebih napi kasus berat seperti terorisme. 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo siap untuk mendampingi koperasi yang beranggotakan istri atau keluarga eksnapiter (eks napi teroris). 

Pendampingan itu diberikan agar usaha yang dirintis dapat menyejahterakan kehidupan eksnapiter. 

Ini juga sebagai media deradikalisasi, agar mereka dapat diterima kembali di lingkungan masyarakat.

“Dari usaha ini ibu-ibunya sekarang membuat koperasi. Menurut saya ini bagus, maka saya sampaikan dinas kita akan dampingi sehingga bisa berkembang dan koperasinya bisa naik kelas,” kata Ganjar, seusai memberikan arahan dalam pelatihan dan pengukuhan Koperasi Srikandi Gema Salam, di Hotel SAE, Surakarta, Jumat (16/9/2022).

Pelatihan dan pendampingan tersebut agar keluarga eksnapiter mendapatkan pengetahuan teknis, dengan harapan mereka dapat menjadi pengusaha.

Jika usaha mereka berkembang,  akan bisa menjadi contoh baik di masyarakat. Tidak hanya di Solo,  Densus 88 juga punya program di beberapa tempat di Indonesia. 

"Untuk di Jawa Tengah ada Brebes, kalau di Temanggung nanti akan kita buat dan kami akan dampingi,” ungkapnya.

Baca Juga: Kesaksian Menag Yaqut Cholil terhadap Almarhum Prof. Dr. Azyumardi Azra : Sudah Akrab dengan Karyanya sebelum Kenal Orangnya

Menurut Ganjar, problem-problem deradikalisasi menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dalam berbagai kegiatan yang dilakukan, Ganjar selalu berusaha menggandeng para eksnapiter. 

Tujuannya, untuk memberikan cerita dan gambaran, bagaimana faham-faham radikal itu masuk ke masyarakat, sehingga masyarakat bisa melakukan pencegahan lebih dini.

Pihaknya sempat melibatkan mereka dalam gerakan deradikalisasi di sekolah-sekolah sebagai narasumber. 

Pembinaan kepada keluarga eksnapiter juga terus dilakukan. Di antaranya dengan memberikan peluang bisnis. Beberapa dari mereka bahkan sudah mempunyai unit usaha, seperti warung bakso, membuat kopi, beternak lele, dan lainnya.

Koperasi Srikandi Gema Salam yang beranggotakan istri eksnapiter merupakan pembinaan tingkat selanjutnya.

Kadensus 88 Antiteror Martinus Hukom mengatakan, Jawa Tengah merupakan daerah pertama yang memberikan perhatian kepada eksnapiter dan keluarganya. 

“Kami berharap dukungan untuk keluarga eksnapiter yang dimulai dari Jateng ini, dapat dipraktikkan di daerah lain. Sebab daerah lain sulit untuk mendapatkan dukungan,” katanya.

Load More