PURWOKERTO.SUARA.COM - Rekan kerja semasa di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak mempu menyimpan kekecewaan ketika mendengar kabar Febridiansyah dan Rasamala Aritonang menjadi pengacara tersangka pembunuhan berencana Brigadir J, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Novel Baswedan misalnya, melalui akun twitternya (@nazaqistsha) menyatakan keterkejutannya usai mendengar kabar Febridiansyah menjadi pengacara Sambo dan Putri.
"Sebagai teman saya kaget dan kecewa dengan sikap @febridiansyah dan @RasamalaArt yang mau menjadi kuasa hukum PC dan FS," tulisnya.
"Saran saya sebaiknya mundur saja. Justru kepentingan korban yang penting dibela, termasuk memastikan semua pihak yang menghalangi/merekayasa kasus diusut tuntas. Agar tidak terjadi lagi," ujarnya.
Yudi Purnomo Harahap juga menyarankan saran yang sama dengan Novel baswedan. Melalui Twitternya, Yudi menyampaikan saran itu.
"Saya hormati putusan Da @febridiansyah & @RasamalaArt. Namun berharap mereka bisa mendengarkan suara publik, mau mengubah keputusannya dan mundur menjadi penasihat hukum para tersangka, karena reaksi publik saat ini cendrung negatif karena mereka berdua merupakan tokoh kepercayaan publik," ujarnya.
Merespons kekecewaan mantan rekan kerja dan masyarakat luas, Febri menjawab melalui media sosial. Ia menyatakan komitmennya untuk mengungkap kasus ini secara objektif.
"Saya paham, ada yang setuju ada yang tidak. Mungkin juga ada yang marah, kecewa atau bahkan mendukung. Sebagai bentuk pilihan profesional sebagai Advokat, tadi sudah saya sampaikan penjelasan ke teman-teman jurnalis," tulisnya.
Ia merujuk pada statemennya sebelumnya bahwa ia akan mendampingi Putri Candrawathi secara objektif.
Baca Juga: Segera Diadili, Ini Harapan Ferdy Sambo dan Istrinya di Persidangan
"Ya, saya memang diminta bergabung di tim kuasa hukum perkara tersebut sejak beberapa minggu lalu. Setelah saya pelajari perkaranya danbertemu dengan Bu Putri, saya sampaikan bahwa kalaupun saya menjadi kuasa hukum, saya akan dampingi secara objektif," ujarnya.
Ia pun banjir pertanyaan mengenai objektif seperti apa yang dia maksud. "Banyak pertanyaan tentang pendampingan hukum objektif seperti apa yang dilakukan. Ada sejumlah hal yang telah kami kerjakan," tulisnya.
Kemudian ia merujuk padapenjelasan yang ia sampaikan saat konferensi pers di Jakarta. Saat konferensi pers, Febri menjelaskan upayayang ia lakukan sebagai kuasa hukum Putri Candrawathi.
Beberapahal yang ia lakukan sebagai upaya mengungkap fakta secara objektif antara lain:
1. Melakukan rekonstruksi di rumah Fedy Sambo di Magelang.
2. Mempelajari seluruh berkas yang tersedia dan menganalisis keterangan pihak-pihak yang relevan dan metode pengumpulan fakta lainnya.
3. Berdiskusi dengan lima ahli hukum, tiga profesor dan dua doktor ilmu hukum dari empat perguruan tinggi.
4. Bersikusi dengan lima psikolog, baik guru besar psikologi, ahli psikologi klinis, dan psikologi forensik.
5. Mempelajari setidaknya 21 pokok-pokok perkara pembunuhan dan pembunuhan berencana.
6. Kegiatan lain sesuai ruang lingkup pendampingan hukum.
Tag
Berita Terkait
-
Segera Diadili, Ini Harapan Ferdy Sambo dan Istrinya di Persidangan
-
Sejauh Mana Proses Hukum Putri Candrawathi, Ini penjelasan Humas Polri
-
Prihatin Hakim MA hingga Gubernur Papua Lukas Enembe Tersandung Korupsi, Jokowi Minta Ada Reformasi Hukum
-
Tak Terima Dipecat, Sambo Gugat Putusan Sidang Banding Pelanggaran Kode Etik Polri ke PTUN
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
-
8 Film Luar Negeri yang Tayang di Bioskop Indonesia Juni 2026, Ada Apa Saja?
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora
-
Biaya Kuliah Anak Naik Terus? Ini Cara Menyiapkan Dananya tanpa Mengganggu Keuangan Bulanan
-
Sosok 'Pemain Super' Piala Dunia Berdasarkan Statistik: Sundulan Klose, Visi Modric, Skill Messi
-
Daya Beli dan Industri Menjaga Ekonomi Kalbar Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global
-
Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T
-
Harga BBM Pertamina Juni 2026 Berubah, Seberapa Besar Hematnya Jika Pakai Dexlite?
-
Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda
-
Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya