/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 21:06 WIB
suporter PSM Makassar (suara.com)

PURWOKERTO.SUARA.COM- Tragedi yang merenggut nyawa 129 orang di stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur pada Sabtu, 1 Oktober membuat salah satu kelompok pendukung PSM Makassar, Red Gank melakukan untuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

Unjuk rasa yang dilakukan itu untuk mendukung keputusan penyelenggara kompetisi Liga 1 untuk menghentikan sementara seluruh pertandingan, usai laga Arema FC dan Persebaya Surabaya kemarin.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Red Gank Zadat ynag mengatakan pihak Red Gank setuju dengan keputusan pemberhentian sementara atas dasar kemanusiaan.

“Tragedi ini merupakan sejarah pahit persebakbolaan tanah air, ini harus menjadi pembelajaran bagi kita semua, baik suporter, operator liga, PSSI dan pihak yang berkepentingan untuk sama-sama menjaga agar kejadian ini tidak lagi terulang di masa depan,” jelas Zadat ynag dikutip dari Antara.

Ia juga menambahkan dengan kondisi persebakbolaan Indonesia yang tengah berlaga di berbagai pertandingan kancah internasional menjadikan kejadian ini harus diperhatikan secara seksama agar tidak terulang.

Zadat meminta sebagai pecinta sepak bola tanah air untuk seluruh suporter sepakabola dimana pun untuk lebih bijak dalam bertindak.

“Sepak bola itu untuk kemanusiaan, sepak bola itu untuk persatuan. Soal hasil, persoalan menang dan kalah itu merupakan hal yang biasa sehingga harus kita terima dengan lapang dada,” tambahnya.

Selanjutnya, ia secara pribadi dan perwakilan dari Red Gank mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur. (citra safitra)

Baca Juga: Pemerintah Bentuk Neraca Komoditas Berisi Data dan Informasi Komoditas Tertentu

Load More