PURWOKERTO.SUARA.COM - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti hari ini menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas impor garam industri pada tahun 2016-2022.
Susi mengunggah momen usai menjalani pemeriksaan di media sosialnya. Di Instagram misalnya, Susi mengunggah foto bersama penasihat hukumnya di Kejagung.
Dalam keterangan foto, ia menulis keterangan foto tentang apa saja yang ia lalui hari itu. Di antara keterangan itu ada ungkapan khas semasa ia menjabat Mentri KKP, "Tenggelamkan!".
"Selamat sore, hari ini saya memenuhi panggilan Kejagung sebagai saksi kasus impor garam. Saya hadir sebagai warga negara yang baik, patuh hukum, dan peduli nasib para petani garam. Semoga hal yang merugikan ekonomi petani garam bisa tertangani keberadaan, keberlanjutan dan kesejahteraan petani garam terjaga," ujar Susi.
"Selamat sore, hari ini saya memenuhi panggilan Kejagung sebagai saksi kasus impor garam. Saya hadir sebagai warga negara yang baik, patuh hukum dan peduli nasib para petani garam. Semoga hal yang merugikan ekonomi petani garam bisa tertangani," ujar dia.
"Dalam penutup BAP, saya mohon Kejagung untuk menjaga Keberadaan, Keberlanjutan dan Kesejahteraan petani garam," tulinya.
"Dalam hati saya berdoa importir yang merusak harga petani bisa ditenggelamkan," tulis Susi.
Kepada wartawan, Susi Pudjiastuti meminta para penegak hukum untuk memberikan hukuman yang setimpal kepada pihak-pihak yang mengambil kesejahteraan petani garam.
"Kalau ada orang-orang yang memanfaatkan dalam tata regulasi niaga itu harus mendapatkan atensi dan hukuman setimpal, karena mengambil hak para petani garam mendapatkan kesejahteraannya," kata Susi.
Sebagai orang yang mengerti seluk beluk tata niaga garam yang diproduksi petani dalam negeri, Susi mengaku ingin berpartisipasi memberikan pendapat dan pandangannya.
"Kalau harga jatuh karena impor berlebihan kan kasian para petani (garam)," ujar Susi.
Sementara Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Kuntadi, mengatakan Susi Pudjiastuti didatangkan sebagai pihak yang mengerti tentang regulasi pengadaan kuota impor garam dalam negeri
"Untuk melengkapi alat bukti, menambah alat butki dalam rangka penyidikan dan mengetahui latar belakang bagaimana regulasi kuora impor garam," ungkap Kuntadi kepada wartawan, Jumat 7 Oktober 2022.
Tag
Berita Terkait
-
Susi Pudjiastuti Diperiksa Kejagung Kasus Impor Garam
-
Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Impor Garam, Susi Pudjiastuti: Biasa Saja, Kok Kawan-kawan yang Heboh Sih
-
Kasus Korupsi Impor Garam, Mantan Menteri Susi Pudjiastuti Diperiksa Kejagung
-
Mantan Menteri Susi Pudjiastuti Diperiksa Kejagung dalam Kasus Dugaan Korupsi Impor Garam Industri
-
Berkas Perkara Tersangka Pembunuhan Brigadir J Lengkap, Sambo Cs Segera Disidangkan
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kabar Terbaru Tol Bocimi, Kapan Jalur Cibadak-Sukabumi Barat Mulai Bisa Dilintasi?
-
Viral Siswi SD Menangis Akibat Listrik Padam Saat OSN, Disdik Sukabumi Minta Ujian Diulang
-
6 Fakta Terbaru Pemeriksaan Wabup Syafrudin, Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu
-
BEM USU Gelar Demo di DPRD Sumut Besok, Usung 6 Tuntutan
-
Mampukah CFD Ampera Menjadi Malioboro Mingguan Palembang?
-
Kejati Jabar Segera Layangkan Panggilan Kedua untuk Wabup Indramayu Syafrudin
-
Hasil PCMB Tidak Sesuai? Begini Cara Dialihkan ke Sekolah Swasta atau SPMB Tahap 2
-
Takut Diamuk Massa, Alasan Sopir Truk Fuso Kabur Usai Tabrak Lari Tokoh Pramuka
-
137 Kali Karhutla, 305 Hektare Lahan Sudah Hangus, Ancaman Asap Kembali Mengintai Sumsel?
-
Kebakaran Akibat Lilin Pengusir Lalat, Begini Kondisi Rumah Anisa Rahma setelah Sebulan Berlalu