/
Jum'at, 09 Desember 2022 | 13:14 WIB
Siswa SMK memeragakan permainan "trust fall" untuk membangun kerja sama tim. (Dokumentasi Penulis)

Oleh: Fatih Nur Roofid SPd

PURWOKERTO.SUARA.COM - Keberadaan manusia sebagai makhluk individu dan sosial akan menampilkan tingkah laku tertentu, akan terjadi peristiwa terpengaruh dan mempengaruhi antara individu satu dengan individu yang lain. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan bahwa pendidikan adalah segala bentuk pengaruh yang diupayakan sekolah terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosial mereka. Salah satu tugas sosial manusia yaitu adanya sikap kerja sama tim dalam kelompoknya. 

Menurut Bull (2010, hal 24) kerja sama tim adalah kemampuan bekerjasama mencapai visi bersama. Kemampuan mengarahkan pencapaian individu terhadap tujuan organisasi. Kerja sama tim merupakan bahan bakar yang memungkinkan orang biasa mencapai hasil yang luar biasa. 

Kerja sama merupakan hal yang sangat penting dan diperlukan dalam kelangsungan hidup manusia. Tanpa adanya kerjasama tidak akan ada keluarga, organisasi, ataupun sekolah, khusunya tidak akan ada proses pembelajaran di sekolah. Tanpa adanya kerjasama siswa, maka proses pembelajaran di sekolah tidak akan berjalan dengan baik dan akhirnya tujuan pembelajaran tidak akan tercapai. Melihat pentingnya kerjasama tim siswa dalam pembelajaran di kelas maka sikap ini harus dikembangkan.

Faktor penghambat kerjasama tim yang muncul adalah sikap prasangka negatif antar anggota kelompok, merasa tidak nyaman didalam kelompok dan kurangnya rasa memiliki dan solidaritas antar kelompok dalam mencapai tujuanya. Hal ini menjadi tugas guru sebagai pendidik khususnya guru BK untuk memberikan pelayanan bimbingan terhadap mereka agar tercapainya lingkungan kelompok kelas yang efektif. 

Dari penjelasan terkait faktor penghambat kerjasama tim tersebut, maka perlu disimpulkan adanya strategi layanan bimbingan dan konseling yang dilakukan oleh guru BK, yaitu dengan menggunakan layanan Bimbingan Kelompok dengan menggunakan teknik permainan simulasi giring bola &“trust falls”. Layanan bimbingan kelompok merupakan salah satu strategi layanan yang dapat meningkatkan sikap kerjasama tim antar anggotanya, karena kegiatan bimbingan kelompok secara teknis dapat memberikan keluwesan berinteraksi dan bersikap antar sesama anggota kelompok. Salah satu Teknik dalam bimbingan kelompok yang efektif dalam mengurangi kurangnya kerjasama tim yaitu menggunakan teknik permainan simulasi giring bola & “trust falls”, permainan ini adalah permainan yang bermakna pada kerjasama tim kelompok dengan cara menjatuhkan diri dengan didorong oleh anggota kelompok lainnya secara bergantian dan terus menerus dalam kesepakatan waktu yang sudah ditentukan. 

Menurut Thohirin (2007:170) bahwa bimbingan kelompok merupakan suatu cara memberikan bantuan (bimbingan) kepada individu (anak) melalui kegiatan kelompok. Dalam bimbingan kelompok, aktivitas, dan dinamika kelompok harus diwujudkan untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan atau pemecahan masalah individu (anak) yang menjadi peserta layanan. 

Untuk dapat memahami pengertian permainan simulasi, akan dibicarakan dulu mengenai permainan, karena permainan simulasi merupakan salah satu jenus permainan. Secara umum dapat diartikan bahwa bermain adalah suatu aktivitas yang menyenangkan, ringan, bersifat kompetitif, atau kedua-duanya. Permainan dan masyarakat merupakan dua hal yang berkembang bersama-sama. Permainan dilakukan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. 

Dengan bermain anak-anak akan mengenal lingkungannya, belajar tentang aturan-aturan dalam masyarakat, menirukan dan menemukan pikiran-pikiran dan hubungan-hubungan yang berarti. Dengan cara ini peserta didik dapat belajar berbagai macam pengetahuan yang memungkinkan mereka untuk dapat bergaul dan hidup di masyarakat. Jadi permainan dapat disebut sebagai alat untuk mengembangkan pengenalan terhadap lingkungan, berikut langkah - langkah dari permainan giring bola yang digunakan dalam layanan bimbingan kelompok, yaitu pemimpin kelompok (Guru BK) membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok dan membagikan satu bola pada setiap kelompok, tugas setiap kelompok adalah menggiring bola menggunakan punggung dari titik start sampai finish, pasangan pertama memulai lomba dari titik start sampai finish dan dilanjutkan oleh pasangan berikutnya dari titik finish ke start, begitu seterusnya sampai semua pasangan mendapat giliran, jika ada pasangan yang menjatuhkan bola, maka pasangan itu harus mengulangi dari awal dan kelompok yang paling cepat menyelesaikan lomba adalah pemenangnya. 

Baca Juga: Beda Jauh! Intip Gaji Jonathan Bauman saat di Persib Bandung dan Kini Dibeli Barcelona SC

Poin belajar atau makna dari permainan giring bola adalah melalui berbagai pertanyaan dan diskusi, pemimpin kelompok memfasilitasi peserta didik untuk menemukan poin belajar yaitu kerjasama tim, kebersamaan dan kekompakan dalam kelompok harus tercipta demi tujuan bersama. 

Permainan selanjutnya adalah Trust Falls, merupakan permainan team building yang sering digunakan dalam kegiatan outbond, permainan ini bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan, kekompakan dan kerjasama tim dengan langkah-langkah yaitu peserta dibagi menjadi bebrapa kelompok, masing-masing satu pasangan terdiri dari tiga orang, satu orang berdiri ditengah, dua orang disamping kiri - kanannya, peserta yang ditengah menjatuhkan dirinya, anggota yang lain menerimanya.  Permainan ini terus dilakukan sampai semuanya mendapatkan kesempatan sebagai peserta yang jatuh, setelah semua mencoba menjadi peserta yang jatuh, kelompok diperlebar menjadi berlima, sehingga proses “Trust Falls” berjalan seperti bandul yang bergerak kesana kemari. Poin belajar atau makna dari permainan “Trust Falls” adalah melalui berbagai pertanyaan dan diskusi, pemimpin kelompok memfasilitasi peserta didik untuk menemukan poin belajar yaitu kerjasama tim, kebersamaan dan kekompakan dalam kelompok harus tercipta demi tujuan bersama.

Proses pelaksanaan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Permainan simulasi Giring Bola dan Trust Falls ini tidak hanya dilakukan aktivitas permainannya saja, namun Guru BK sebagai pemimpin kelompok juga memantik kepada anggota kelompok untuk aktif dalam aktifitas diskusi kelompoknya, seperti saling bertanya, mengemukakan pendapatnya, dan saling menanggapi pernyataan anggota kelompok lainnya. Setelah itu, guru BK sebagai pemimpin kelompok memberikan penguatan materi tentang Kerjasama Tim dengan media power point yang sudah disiapkan, setelah itu pada tahap akhir kegiatan anggota kelompok juga memberikan kesimpulan dari layanan yang sudah di laksanakan serta adanya evaluasi proses dan hasil untuk menilai layanan yang dilakukan. 

Antusiasme peserta didik dalam mengikuti kegiatan bimbingan kelompok dengan teknik permainan ini sangat terlihat dengan ditandai aktifnya peserta didik dalam proses layanan bimbingan kelompok yang sudah berlangsung, dan melihat pencapaian serta progress kemajuan dari masalah kurangnya kerjasama tim.

Peserta didik dapat memahami bahwa kurangnya kerjasama tim memanglah sangat penting dimanapun lingkunganya, karena dengan adanya perilaku kerjasama tim maka semua tujuan bersama akan bisa tercapai dengan efektif dan efisien. Hal ini terbukti bahwa layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Permainan Simulasi Giring Bola dan Trust Falls sangat efektif dilakukan untuk meningkatkan kerja sama tim siswa.

Load More