/
Jum'at, 10 Februari 2023 | 13:19 WIB
Dampak gempa bumi besar bermagnitudo 7,8 di Suriah dan Turki. ((Foto. Instagram @ibrohim.sholeh))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Gempa Bumi yang terjadi di Suriah dan Turki membuat perhatian dunia tertuju kepada dua Negara tersebut, termasuk publik Indonesia.

Bahkan Asosiasi Komunikolog Indonesia memohon pada Joko Widodo Presiden Republik Indonesia untuk memperlantang pernyataannya agar pemimpin dunia dapat mempercepat bantuan untuk gempa Suriah dan Turki.

Hal itu diungkapkan Komunikolog Senior, Effendi Gazali yang menyatakan ungkapan terima kasihnya pada Jokowi karena telah menunjukkan kepedulian pada tragedi gempa Suriah dan Turki

“Tinggal kita memohon agar nada pernyataan beliau ditambah lagi. Ini adalah momentum dunia terpenting saat ini,” kata Effendi dikutip Antara, Jumat (10/2/2023).

Menurut Efendi sebagai tokoh yang sukses untuk presidensi G-20 dan ASEAN, maka Bapak Jokowi tinggal bersuara lebih kencang dan lebih banyak, yakinlah para pemimpin dunia akan mendengarnya

Sementara itu, Iwel Sastra salah satu Anggota Komunikolog Indonesia, tidak banyak berita atau media yang menyorot mengenai kondisi pasca gempa di Suriah.

“Bisa jadi karena kondisi politik, atau akses ke sana yang belum terbuka seperti Turki. Karena itu amat dibutuhkan suara para pemimpin dunia agar perhatian menjadi sama,” ujar Iwel.

Nantinya saat aksesnya juga dibuka, lanjut Iwel Presiden Jokowi bisa melakukan itu, baik melalui teriakan maupun melalui jaringan diplomatiknya.

Tidak ketinggalan Emrus Sihombing Komunikolog dari Universitas Pelita Harapan, juga memperkuat permohonan kepada Presiden RI tersebut.

Baca Juga: Update WhatsApp, Bikin Status Pakai Pesan Suara

Ia meminta seluruh pihak harus melihat secara utuh dan berimbang. Bantuan harusnya merata untuk Turki dan Suriah.

“Atas nama kemanusiaan, kita harus mengesampingkan dulu embargo atas dasar pertimbangan politik. Suara Pak Jokowi pasti akan didengar,” tutur Emrus.

Ia menambahkan betapa Indonesia pernah memiliki pengalaman menghadapi tragedi lebih besar yaitu tsunami Nangroe Atjeh Darussalam tahun 2004.

“Jadi suara Indonesia pasti akan didengar oleh dunia. Ini momentum yang membutuhkan teriakan dari pemimpin Indonesia!” ucapnya.

Untuk diketahui, pada Senin (6/2/2023) lalu, Provinsi Kahramanmaras di Turki selatan, mengalami gempa bermagnitudo 7,8 yang dampaknya mengakar di beberapa wilayah di Turki hingga ke Suriah.***

Load More