PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Desa Bajong Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga adalah salah satu desa swasembada pangan. Area persawahan terhampar luas di beberapa titik desa.
Memasuki 2022, beberapa pabrik berdiri. Bahkan salah satunya, pabrik bulu mata palsu terbesar kedua di dunia setelah pabrik di Guangzhou, Cina.
Pabrik-pabrik itu mengalihkan fungsi lahan persawahan. Beberapa kalangan berpendapat, puluhan hektar lahan sawah itu tidak produktif karena sulit teraliri air, karenanya layak menjadi kawasan industri.
Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam kurun waktu 20 tahun belakangan ini terlihat sembrono dalam tata guna lahan, banyak lahan hijau diizinkan menjadi permukiman dan industri.
Di beberapa titik lokasi seperti di Kelurahan Karangsentul Kecamatan Padamara, di Kelurahan Karangmanyar, Kelurahan Mewek, Kelurahan Grecol, dan Kelurahan Penambongan Kecamatan Kalimanah berdiri pabrik bulu mata Korea dan Perumahan di lahan pertanian.
Perusahan bulu mata palsu di Kelurahan Karangsentul berdiri di lahan hijau, beberapa lokasi perumahan di Kecamatan Purbalingga belum menyelesaikan urusan alih fungsi lahan dari hijau ke coklat, perusahaan di Desa Bajong tidak dilengkapi AMDAL, dll. Hal ini jelas melanggar Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Purbalingga (RTRW) Tahun 2011-2031 yang tertuang dalam Perda No. 5 Tahun 2011 tentang RTRW Kabupaten Purbalingga, sebagai sebuah kebijaksanaan pemerintah daerah yang bertujuan mengatur tata guna lahan dan melindungi lingkungan dari ancaman penyalahgunaan, perusakan dan pencemaran.
Dalam RTRW ini, untuk area lokasi pabrik/industri seharusnya berada di Kawasan Industri yang berada di Mewek, namun pada kenyataannya pabrik-pabrik berdiri di sembarang tempat dan tersebar di wilayah Purbalingga.
Dampak alih fungsi lahan pertanian (hijau) menjadi permukiman (kuning dan coklat) tersebut jelas menyebabkan produktivitas pangan menjadi berkurang atau menurun karena lahan pertanian menjadi lebih sempit.
Lebih jauh selain hilangnya lahan pertanian subur, juga hilangnya investasi dalam infrastruktur irigasi, kerusakan natural lanskap dan masalah lingkungan. Kemudian dampak tidak langsung yang ditimbulkan berupa inflasi penduduk dari wilayah perkotaan ke wilayah tepi kota.***
Baca Juga: Wihh! 25 Ton Ganja Dimusnahkan Polda Aceh
Berita Terkait
-
Anak 6 Tahun Korban Rudapaksa di Purbalingga Trauma Berat, Takut Bertemu Orang
-
Direktur CLC Purbalingga Bowo Leksono Gelar Pameran Tunggal Bertajuk "Gugat!"
-
Tersinggung, Warga Purbalingga yang Tengah Mabuk Pukul Seorang Pria Pakai Martil
-
Peran Seni dan Budaya dalam Perkembangan Teknologi, Literasi Digital di Purbalingga
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
My Royal Nemesis Viral, Ini 5 Drama Korea Terkenal dari Lim Ji-yeon!
-
Apa Saja Syarat dalam Ibadah Umrah di Mekkah Arab Saudi?
-
Gempar Anak Bupati Positif Narkoba, Pengedar Etomidate Ditangkap di Pelalawan
-
Selamat Tinggal Password! Microsoft Resmi Pensiunkan Kata Sandi
-
Bikin Bekasi Bergoyang, Feel Koplo dan Duo Anggrek Tutup Specteve 2026 dengan Heboh
-
Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru
-
Mengenal Fang Sheng, Tradisi Melepas Makhluk Hidup saat Perayaan Waisak
-
Makeup Anti Luntur dan Bebas Cakey, Ini 5 Tips Pakai Bedak Tabur agar Tahan Lama
-
Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap
-
Fakta Terbaru Kebakaran Gyu Kaku di Palembang Indah Mall, Diduga Berawal dari Cerobong Dapur