PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Hari Otonomi Daerah ke-27 pada Jumat 28 April 2023 menjadi momentum tiap pemerintah daerah untuk merefleksikan capaian kinerja, terutama dalam hal kemandirian fiskal. Sebab, itulah yang menjadi tujuan pemberlakuan Otonomi Daerah 27 tahun lalu.
Kemandirian fiskal menjadi sorotan Mandagri, Tito Karnavian. Dia mengatakan, niat baik otonomi daerah adalah agar setiap daerah di Indonesia memiliki kemandirian fiskal.
Menurutnya, kemandirian fiskal berdampak pada makin fokusnya daerah dalam mengurai berbagai permasalahan seperti pembangunan infrastruktur, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pengentasan kemiskinan dan masalah lainnya.
“Setelah itu, lahirlah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang pemerintahan daerah yang membenahi hubungan antara pemerintah pusat dan daerah,” katanya melalui amanat yang dibacakan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, pada upacara di Alun-alun Kota.
Dalam rangka lebih mengoptimalkan Otonomi Daerah khususnya dalam pemenuhan hajat hidupnya, ia meminta daerah untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Kemendagri mencatat ada sekitar 20 persen daerah yang masih menggantungkan pada dana transfer dari pusat dan juga Dana Desa.
“Tentunya ini sangat ironis. Kami meminta kepada daerah untuk meningkatkan PAD karena itu juga menjadi indikator baiknya leadership dan juga entrepreneurship pada suatu daerah,” ujarnya.
Di Kabupaten Purbalingga, PAD tahun 2022 terealisasi hingga108 persen atau Rp 305,4 miliar lebih dari target Rp 282,3 miliar. Sementara target tahun 2023 sebesar Rp 295 miliar.
Jumlah ini setara kurang lebih 10 persen dari total APBD 2023 yang mencapai sekitar Rp 2 triliun. Sementara 90 persen sisanya dari dana transfer pusat dan pendapatan lain.
Ketergantungan pada dana transfer yang begitu besar menjadi pekerjaan rumah bagi jajaran Pemkab Purbalingga. Otonomi daerah selama 27 tahun mestinya menjadi pembelajaran untuk mencapai kemandirian fiskal.***
Baca Juga: Lebih Pendek dari Sitha Marino, Bastian Steel Tak Minder: Justru Semakin Keren
Berita Terkait
-
Di Purbalingga, Ambil e-KTP Bisa COD, Bayar Rp 10 Ribu Tiga Hari Sampai di Rumah
-
Ironman dan Kuda Lumping Pukau Pengunjung Owabong Purbalingga
-
Mal Pelayanan Publik Purbalingga Layani Pembuatan Paspor, Begini Caranya
-
Daulat Rakyat Bermula Dari Daftar Pemilih, Masukan dan Tanggapan Publik Penting Demi Validitas dan Akurasi DPT
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Bangkit dari Cedera Parah, Pemain Parma Siap Bawa Jepang Bersinar di Piala Dunia 2026
-
Liburan Tak Biasa di Jakarta: Sensasi Makan di Atas Katamaran Sambil Menyusuri Sungai Tahang
-
BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata
-
Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap
-
Umuh Muchtar Sebut Laga Persija vs Persib Bandung Lebih dari Final
-
Menelusuri Lorong Gelap Larung: Dari Hasrat hingga Sejarah yang Berdarah
-
Persib Bandung Hormati Keputusan Venue Laga Kontra Persija Dipindah ke Samarinda
-
Hadiah Juara 3 Kali Lebih Besar dari Piala AFF, Timnas Indonesia Wajib Incar Trofi FIFA ASEAN Cup
-
Di Balik Thanksgiving Berdarah: Misteri Kelam Keluarga Sam Holland
-
Casemiro Nilai Michael Carrick Layak Jadi Pelatih Permanen Manchester United