PURWOKERTO.SUARA.COM - Cuaca panas melanda sejumlah daerah di berbagai daerah Indonesia. Kondisi ini bisa menbuat masyarakat lebih mudah berkeringat dan haus, bahkan rentan mengalami dehidrasi.
Menghadapi kondisi cuaca panas ini, sejumlah pakar kesehatan pun menyarankan agar masyarakat tetap terhidrasi dengan konsumsi air putih secara cukup dan teratur.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Mohammad Syahril menyarankan beberapa tips lainnya untuk mencegah dampak buruk cuaca panas yang dinilai lebih terik dan tak biasa ini.
Seperti dilansir dari laman resmi Kemenkes RI, Senin, (01/05/2023), berikut sejumlah saran yang dapat dilakukan untuk menangkal cuaca panas, di antaranya
1. Jangan tunggu haus, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan asupan air putih yang cukup.
2. Hindari minuman berkafein, minuman berenergi, alkohol, dan minuman manis.
3. Hindari kontak dengan sinar matahari langsung, jadi gunakan topi atau payung saat berada di luar ruangan.
4. Pilih baju yang berbahan ringan atau longgar.
5. Hindari memakai baju warna gelap agar tidak menyerap panas.
Baca Juga: Hari Buruh Kelabu, Sejumlah Perusahaan di Kebumen Tak Beri THR Karyawannya
6. Sebisa mungkin berteduh di antara pukul 11.00 hingga 15.00.
7. Jangan tinggalkan siapa pun di dalam kendaraan dalam kondisi parkir, baik jendela terbuka atau tertutup.
8. Gunakan sunscreen minimal 30 SPF pada kulit yang tertutup oleh baju sebelum keluar rumah.***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres