PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN - Sebanyak 37 warga Kabupaten Kebumen, khususnya yang berada di Desa Giripurno, Kecamatan Karanganyar terkena bakteri E-coli dengan gejala diare akut. Kasus tersebut telah ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen, dan semua sudah dinyatakan sembuh.
Untuk memastikan bakteri itu tidak menyebar lagi ke warga masyarakat, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto langsung memimpin rapat penanganan bakteri E-coli di Balai Desa Giripurno bersama, Dinkes, Dinas PUPR, BPBD, PDAM, aparatur kecamatan dan desa serta dari unsur TNI/Polri.
Bupati menyampaikan rasa keprihatinan atas temuan bakteri E-coli yang menyerang warga Desa Giripurno.
Atas kejadian tersebut, pihaknya memutuskan untuk melakukan beberapa langkah penanganan, yakni menutup sementara sumber mata air yang digunakan oleh 37 warga tersebut.
"Berdasarkan hasil uji laboratorium bakteri E-Coli itu disinyalir bersumber dari empat sumber mata air yang berasal dari lahan Perhutani. Kita sudah minta untuk dilakukan penutupan sementara karena harus dilakukan penanganan," ujar Bupati di Balai Desa Giripurno, Selasa (16/5).
Bisa jadi, kata Bupati, bakteri itu akibat dari kotoran hewan liar, sebab lahan Perhutani di Giripurno diketahui masih banyak bintang monyet liar dan babi hutan.
Untuk sumber-sumber air tersebut masih terus dilakukan uji lab, sekaligus dengan pemberian obat kaporit.
Selain menggunakan sumber mata air dari lahan Perhutani, warga Giripurno juga menggunakan air yang bersumber dari Pamsimas dengan cara dibor di kedalaman 100 meter.
Namun, berdasarkan hasil lab, air yang bersumber dari Pamsimas aman dari bakteri, begitu juga air-air dari sumur warga.
Baca Juga: 6 Manfaat Buah Durian yang Bisa Dikonsumsi untuk Kesehatan : Satu Diantaranya Baik Bagi Jantung
"Kita sudah minta agar sumber-sumber air tadi untuk diberikan kaporit secara kontinue/terus menerus seperti proses penyaringan air yang dilakukan PDAM, agar bakteri-bakteri itu mati, tidak berkembang," terangnya.
Untuk sumber air yang ditutup sementara, nanti kebutuhan air warga akan disuplai dari air Pamsimas yang sudah dipastikan aman. Sebab, di Pamsimas sendiri rutin dilakukan pengecekan kondisi air.
Meski begitu agar lebih aman, Bupati meminta masyarakat merebus air untuk minum hingga mendidih.
"Agar lebih aman, saya harap masyarakat ketika merebus air untuk minum setelah mendidih itu ditunggu sampai tiga menit, Inysa Allah bakteri E-coli dan coliform mati," terangnya.
Bupati juga berharap kepada masyarakat agar betul-betul menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang air besar sembarangan, menjauhkan sumber mata air dari kadang ternak. Ia menyebut kadar E-coli di Giripurno sangat tinggi yakni 158, padahal ambang batasnya hanya 50.
Sementara itu, Kades Giripurno Parsum mengatakan, temuan kasus bakteri E-coli di desanya bermula ketika ada anak-anak yang dilaporkan terkena diare akut. Anak tersebut langsung dilakukan penanganan di Puskesmas pada 6 Mei kemarin. Namun kasus diare massal itu bertambah banyak.
"Setelah itu grafiknya terus naik, tanggal 7 Mei ada lagi empat, kemudian puncaknya tanggal 10 ada delapan kasus, kemudian tambah-tambah terus sampai 37 kasus, semua sudah dilakukan penanganan dan alhamdulillah sudah sembuh," terangnya.
Terkait adanya kabar satu orang warga yang meninggal karena E-coli, pihaknya memastikan itu tidak benar, karena satu warganya yang meninggal diketahui karena gagal ginjal. Pihaknya pun ikut arahan pemerintah daerah dalam penanganan kasus ini.
"Kalau untuk penanganan sepenuhnya kami ikut arahan dari pemerintah daerah. Soal kabar meninggalnya warga kami itu bukan karena E-coli, tapi ada riwayat gagal ginjal," ucapnya. (Irumacezza)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard