PURWOKERTO.SUARA.COM – Air putih adalah zat yang sangat penting bagi tubuh manusia. Tubuh kita terdiri sebagian besar dari air, dan fungsi-fungsi vital tubuh kita sangat bergantung pada ketersediaan dan kecukupan air.
Kekurangan air putih dapat memiliki dampak serius bagi kesehatan kita, sebab fungsi tubuh mayoritas membutuhkan air untuk bisa melakukan prosesnya dengan benar.
Berikut enam bahaya yang dapat terjadi akibat kekurangan air putih dalam tubuh manusia yang bisa mengancam kesehatan dikutip dari Kanal YouTube Kapal Segar pada Minggu 21 Mei 2023.
1. Dehidrasi
Kekurangan air putih dapat menyebabkan dehidrasi, yaitu kondisi di mana tubuh kehilangan air lebih banyak daripada yang masuk.
Dehidrasi dapat menyebabkan gejala seperti mulut kering, haus berlebihan, kelelahan, pusing, dan kebingungan. Dehidrasi yang parah dapat mengancam nyawa dan memerlukan perawatan medis segera.
2. Gangguan pada sistem pencernaan
Air putih penting untuk menjaga fungsi pencernaan yang sehat. Kekurangan air dapat menyebabkan sembelit dan sulit buang air besar. Air membantu melunakkan tinja dan memperlancar pergerakan usus.
Jika tubuh kekurangan air, tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan masalah kesehatan lainnya.
Baca Juga: Menangkal Paham Radikalisme di Media Sosial, Literasi Digital dan Gelar Budaya di Pemalang
3. Gangguan pada kulit dan rambut
Kekurangan air dapat mempengaruhi kesehatan kulit dan rambut kita. Kulit menjadi kering, kasar, dan tidak elastis, sementara rambut menjadi kusam, rapuh, dan mudah patah.
Air putih membantu menjaga hidrasi kulit dan rambut dari dalam, sehingga kekurangan air dapat menyebabkan masalah estetika dan kesehatan pada kulit dan rambut.
4. Gangguan pada sistem pernapasan
Air putih penting untuk menjaga kelembapan saluran pernapasan. Kekurangan air dapat menyebabkan saluran pernapasan menjadi kering dan iritasi, yang dapat memperburuk gejala penyakit pernapasan seperti asma dan alergi.
5. Gangguan pada kinerja fisik dan mental
Berita Terkait
-
Orang Tua Wajib Tahu, Dokter Anjurkan Khitan Anak Sedini Mungkin : Begini Alasannya
-
Tujuh Manfaat Lidah Buaya bagi Kesehatan, Mulai dari Menyembuhkan Luka Bakar Hingga untuk Kesehatan Rambut
-
Kaya Akan Manfaat, Buah Manggis Punya Magis untuk Penyakit Inflamasi
-
6 Manfaat Buah Durian yang Bisa Dikonsumsi untuk Kesehatan : Satu Diantaranya Baik Bagi Jantung
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
Terkini
-
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Cerita Penumpang Nekat Lompat Keluar Gerbong Demi Selamatkan Diri
-
5 Tips Berburu Sarapan Enak di Pontianak, Datang Lebih Pagi Sebelum Menu Favorit Habis
-
KRD Tabrak CommuterLine di Stasiun Bekasi Timur, Penumpang Luka-luka
-
Syifa Hadju Dituduh Tiru Konsep Pernikahan Alyssa Daguise, Kesha Ratuliu Semprot Netizen: Norak!
-
Lebih dari Sekadar Cantik: Mengapa Privasi Menjadi 'Kemewahan' Baru dalam Perawatan Estetika
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Di Balik Stabilitas Metropolitan Land: Strategi Cerdas Diversifikasi Bisnis Properti
-
5 Filosofi Bubur Pedas Sambas yang Jarang Diketahui, Nomor 3 Sarat Makna Kehidupan
-
Kabar TerbaruJohn Wick 5: Arah Cerita Baru, Tinggalkan Konflik Lama
-
Merayakan Hari Kartini, Perusahaan Wajib Bangun Ekosistem Kerja yang 'Family-Friendly' bagi Wanita