PURWOKERTO.SUARA.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini, Senin (22/5/2023), memeriksa Mario Dandy Satriyo sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Rafael Alun Trisambodo ayahnya yang mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu.
Dikutip PMJ News, Ali Fikri Kepala Bagian Pemberitaan KPK mengatakan, Penyidik KPK memeriksa Mario yang berstatus tersangka kasus penganiayaan di Markas Polda Metro Jaya.
Selain Mario, hari ini KPK juga menjadwalkan pemeriksaan empat saksi lainnya dari pihak swasta, yaitu Oki Hendarsanti, Ujeng Arsatoko, Fransiskus Xaverius Wijayanto Nugroho, dan Jeffry Amsar, di Kantor KPK, Jakarta Selatan.
Sementara itu, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko Kabid Humas Polda Metro Jaya bilang, Penyidik KPK sudah berkoodinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) terkait rencana pemeriksaan Mario.
Seperti diketahui, KPK menahan Rafael Alun Trisambodo untuk keperluan pemeriksaan kasus dugaan penerimaan suap dan gratifikasi, serta TPPU.
Sementara itu , Firli Bahuri Ketua KPK menyebut tersangka terindikasi menerima gratifikasi senilai puluhan miliar rupiah karena posisinya sebagai penyidik atau pemeriksa pajak dari tahun 2011-2023.
Rafael disinyalir menyalahgunakan wewenang waktu menjabat kepala pemeriksaan penyidikan dan penagihan pajak pada Kanwil Ditjen Pajak Jawa Timur 1.
Mengingat dengan jabatannya, Rafael diduga menerima gratifikasi dari beberapa wajib pajak atas pengkondisian berbagai temuan pemeriksaan di bidang perpajakan.
Bekas pejabat eselon III itu juga tercatat punya beberapa perusahaan, salah satunya PT AME yang bergerak di bidang konsultasi pajak.
Baca Juga: Catat Sejarah Klub, Brighton & Hove Albion Bakal Tampil di Kompetisi Eropa
Pun begitu, Rafael aktif merekomendasikan PT AME kepada setiap wajib pajak yang punya masalah perpajakan.***
Berita Terkait
-
Jokowi Buka Suara Kasus Johnny G Plate, Tepis Ada Intervensi Politik dan Hormati Proses Hukum
-
Dicekal ke Luar Negeri, Tiga Orang Kolega Lukas Enembe Siap Diperiksa
-
Surya Paloh Singgung Intervensi Politik di Kasus Johnny G Plate, Mahfud MD Membantah
-
Buntut Kasus Dugaan Kasus Korupsi Johnny G Plate, Menkopolhukam Pastikan Kawal Proses Hukumnya
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
5 Rekomendasi Motor Listrik Baterai Swap, Praktis dan Efisien!
-
iPhone Terbaru 2027 Diprediksi Usung Sensor Sony 200 MP, Pakai Teknologi Anyar
-
Gunungan Sampah Kiriman Kepung Pantai Kedonganan Bali
-
Bumbu Instan Jadi Siasat Veda Ega Pratama Obati Rindu Masakan Lebaran di Amerika Serikat
-
5 Body Lotion yang Wangi Semerbak, Tahan Lama, dan Mencerahkan
-
DPRD Minta Pemprov DKI Kendalikan Lonjakan Pendatang Usai Lebaran
-
Calon Suami Joanna Alexandra Ziarah ke Makam Raditya Oloan
-
Fluktuasi Kurs Rupiah, Harga Pangan Lokal Makin Tercekik Biaya Produksi
-
Viral Rumah Dibobol Maling saat Salat Ied, Brankas Berisi 1 Kg Emas Raib
-
Halal Bihalal Sebaiknya Dilakukan Kapan? Ini Asal-Usulnya