PURWOKERTO.SUARA.COM, CILACAP - Polresta Cilacap dan Polda Jawa Tengah mengungkap tindak kejahatan perdagangan orang yang tengah gencar digaungkan Presiden Joko Widodo. Aparat membongkar sindikat ini hingga ke Jakarta.
Dua tersangka kasus ini ialah Sunanta (51) dan Taryono (43). Sunanta merupakan warga Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sementara Taryono warga Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
"Kedua tersangka ini merupakan perekrut dari 165 orang yang telah ditipu untuk bekerja di luar negri. menyebabkan kerugian hingga 2,5 miliar," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Selasa (6/6/2023) di Mapolresta Cilacap.
Modus kejahatan ini ialah dengan memberangkatkan calon pekerja migran ke luar negeri dengan bayaran jutaan rupiah. Para tersangka menjerat korban dengan iming-iming gaji sebesar Rp 10 juta hingga Rp 110 juta per bulan.
Mereka yang telah menyetorkan uang kemudian mendapat pelatihan di Kabupaten Indramayu. Dari hasil penyelidikan tim Polda Jawa Tengah, lembaga pelatihan kerja itu tidak berizin alias ilegal hingga memicu keluhan warga.
Selain dua tersangka di atas, ada pula tersangka berinisial S, seorang perempuan. S merupakan tersangka yang memberangkatkan pekerja migran ke Eropa.
S menjalankan tindak pidana perdagangan orang dengan modus yang sama. Di antara korban yang berangkat ke Eropa ternyata tidak mendapat gaji seperti yang dijanjikan.
"S ini merupakan jaringan Eropa yaitu Inggris, Spanyol dan Belanda yang selama ini sudah diberangkatkan ke sana," katanya.
Meski berstatus tersangka, namun Polresta Cilacap tidak menahan S karena ia mempunyai bayi.
Baca Juga: Luna Queen Rilis Lagu Melupakanmu, soal Pengalaman Ditikung Teman Baik
Dalam menjalankan aksinya, S bekerja sama dengan pria berinisial T. T kini masuk daftar pencarian orang karena berada di Jepang.
Luthfi mengimbau masyarakat yang akan berangkat sebagai pekerja migran memastikan menggunakan jasa agen TKI atau TKW yang resmi. Agen yang resmi biasanya bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja.***
Tag
Berita Terkait
-
Kapolri Bentuk Satgas TPPO, Dipimpin Wakabareskrim Irjen Asep Edi Suheri
-
Asyik! 9 Parpol di Cilacap Dapat Guyuran Dana Rp 2,9 Miliar
-
Sosok Habib Ghozali Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Cilacap Terpilih Hasil Musyda
-
BMKG Prediksi Kemarau Landa Banyumas Raya, Daerah Diminta Antisipasi Kebakaran dan Keringan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Tanggul Jebol di Kudus: Ratusan Rumah Terendam, Warga Berjuang Melawan Banjir Terparah
-
Pakar Beberkan Alasan KPK Kehilangan Masa Keemasannya
-
Group CEO BRI Apresiasi Kinerja PNM Ciptakan Nilai Sosial Berkelanjutan
-
7 Fakta Jeffrey Epstein, Tak Pernah Lulus Kuliah Tapi Bisa Jadi Guru hingga Miliarder
-
Purbaya Pamer Efek Dana SAL Rp 200 Triliun: Penjualan Mobil-Motor Tumbuh, Ritel Naik
-
Anak yang Terbelenggu Kecemasan dan Sistem Pemerintahan yang Abai
-
Aktor Ha Jung Woo Klarifikasi soal Rumor Menikah, Sebut Belum Ada Keputusan
-
Daftar Negara Pesaing Timnas Indonesia Sebagai Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Alarm Nasional! Siswa SMP Bom Molotov Sekolah, Komisi X Panggil Mendikdasmen Bahas Radikalisme
-
4 Serum Niacinamide Lokal Alternatif The Ordinary, Harga Lebih Murah Mulai Rp20 Ribuan