PURWOKERTO.SUARA.COM – Berkunjung ke Kabupaten Banyumas tidak lengkap tanpa singgah di Jalan Raya Patikraja-Kebasen, Desa Tumiyang, Kecamatan Kebasen berjarak 13,1 Km dari Menara Pandang Teratai Purwokerto.
Destinasi ini menyajikan keindahan alam yang tidak ditemui daerah lain yang belum banyak dijamah oleh wisatawan saat datang ke Kabupaten Banyumas. Tidak heran banyak warganet menyebut lokasi ini menjadi sebagai hidden gem.
Apalagi destinasi ini menawarkan pemandangan spektakuler yang dapat diakses dengan perjalanan singkat dari Kota Purwokerto atau sekitar 40 menit berkendara dengan menggunakan kendaraan pribadi.
Dikutip dari Kanal YouTube mendoan kluyuran pada Senin 14 Agustus 2023, destinasi ini bernama Watu Meja. Salah satu daya tarik utama dari Watu Meja adalah panorama yang memukau yang dapat dinikmati dari atas batu-batu besar.
Apalagi sesampainya di lokasi, mata pengunjung akan dimanjakan oleh keindahan alam yang meliputi sawah hijau yang membentang luas, aliran sungai yang mengalir tenang, pemandangan bukit yang menghijau, dan bahkan jembatan kereta api yang menghiasi lanskap.
Untuk merasakan pengalaman yang paling mengagumkan di Watu Meja, pengunjung direkomendasikan untuk datang saat matahari terbit atau terbenam. Pemandangan yang diberikan oleh sinar matahari yang memancar di langit dan menciptakan siluet indah ini benar-benar memukau.
Apalagi untuk menjadikan momen kunjunganmu semakin istimewa, wisatawan dapat duduk di menara pandang yang menghadap ke arah bukit, membiarkan keindahan alam Banyumas terbentang di hadapan mereka.
Agar dapat menikmati semua keindahan ini, pengunjung cukup membayar tiket masuk dengan harga terjangkau, yaitu sekitar Rp7.000 per orang. Sebab dengan biaya yang sangat terjangkau, pengunjung bisa mendapatkan pengalaman tak terlupakan yang hanya bisa ditemukan di Watu Meja.
Wisata Watu Meja membuktikan bahwa keindahan alam seringkali tersembunyi di tempat-tempat yang sederhana. Apalagi dengan pemandangan yang memukau dan suasana yang tenang, tempat wisata ini menjadi destinasi yang ideal bagi mereka yang mencari ketenangan dan ingin menikmati pesona alam yang belum terjamah banyak orang.***
Berita Terkait
-
Puhua English Summer Camp 2023 Hadirkan Tiga Profesor Bahasa dari City University of New York
-
Sekitar 13,6 Km dari Taman Kuripan Pekalongan, Destinasi Wisata Ini Miliki Area Wisata yang Luas: Jadi jujugan untuk Menikmati Keindahan Alam
-
Duduk Perkara Kasus yang Membelit Bambang Irawan, Ketua DPRD Purbalingga
-
Gang Paling Terkenal di Purwokerto, Berani Masuk Berisiko
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Estetika Visual atau Trik Bisnis? Membongkar Praktik Shrinkflation di Balik Porsi Mini Kafe Viral
-
Nasib Gen Z di Jalur Gaza, Sarjana Pengangguran Bergantung Hidup dari Bantuan Kemanusiaan
-
Sudah Lama Dinanti, Peserta Sambut Antusias Turnamen Sepak Bola Bergengsi di Tangerang
-
Review ANTA PG7 Travel 2: Sepatu Lari Murah Teknologi 'Dewa', Nyaman Buat Daily Run?
-
Bullet Train Explosion: Ketika Shinkansen Berpacu Melawan Bom dan Waktu
-
Gianni Infantino Murka, Tuding Kritikus FIFA Sebarkan Kebencian
-
Sungai Musi dan Jejak Batu Bara: Ketika Jalur Logistik Bertemu Krisis Ekologi
-
Jepang Gempa Bumi Besar 7,1 Magnitudo, Ada Peringatan Tsunami
-
Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Transaksi Rp23 Triliun
-
Survei SMRC: Popularitas MBG Tinggi, Tapi Kepuasan Publik Merosot